Manfaatkan Pandemi Covid-19 untuk Berinvestasi
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 09:01 WIB
“Nah itu sebenarnya masalah yang muncul di 2020. Sebetulnya kalau income orang itu sama, enggak ada penurunan, maka hal itu enggak jadi masalah. Faktanya enggak begitu, pengurangan gaji muncul, PHK muncul, dan berbagai konflik keuangan muncul, akhirnya jadi bom waktu,” urainya.
Menurut Andhika, hal ini menjadi tamparan positif bagi para investor pemula. Pasalnya, masyarakat bisa mengetahui dampak dari gaya hidup yang tinggi jika tak disertai likuiditas yang seimbang.
“Langsung naik 12% akhirnya bom waktu terjadi. Akhirnya habitnya baru terasa sekarang. Ini jadi tamparan positif buat teman-teman yang belajar investasi. Jadi tahu, oh iya manajemen duit itu penting, karena kalau enggak, mereka merepotkan sekelilingnya gitu," ucapnya. (Baca juga: Demo Meletus di Berbagai Daerah, Satgas Ingatkan Ancaman Covid-19)
Sementara itu Direktur Mandiri Sekuritas Theodora VN Manik mengatakan selama masa pandemi ini dirinya melihat minat masyarakat dalam berinvestasi meningkat. Khususnya untuk mengamankan dana darurat.
Hal itu, kata dia, terlihat dari peningkatan partisipasi investor ritel di Mandiri Sekuritas. Data perseroan menunjukkan hingga kuartal ketiga 2020, Mandiri Sekuritas melayani lebih dari 160.000 nasabah ritel. Angka tersebut meningkat 45% dari periode yang sama tahun lalu.
"Upaya edukasi dan pelatihan investasi juga berdampak positif pada aktivitas transaksi di mana nilai rata-rata transaksi harian nasabah ritel Mandiri Sekuritas terus meningkat," jelasnya.
Menurut dia, investor ritel, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini, berperan penting dalam menopang pertumbuhan pasar modal Indonesia. Kemudahan akses, termasuk pengetahuan dan keterampilan berinvestasi, layanan digital, serta berinvestasi melalui perusahaan efek tepercaya turut mendorong kenaikan jumlah partisipasi investor ritel di Indonesia," ujarnya. (Lihat videonya: pedagang Tanaman Hias Raup Untung di tengah Pandemi Covid-19)
Sebelumnya data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor pasar modal hingga Juli 2020 mencapai 3 juta atau meningkat 22% dari periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY).
Hingga Juli 2020 nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp2.198 triliun, sementara nilai dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana sebesar Rp503 triliun. (Hafid Fuad/Giri Hartomo)
Menurut Andhika, hal ini menjadi tamparan positif bagi para investor pemula. Pasalnya, masyarakat bisa mengetahui dampak dari gaya hidup yang tinggi jika tak disertai likuiditas yang seimbang.
“Langsung naik 12% akhirnya bom waktu terjadi. Akhirnya habitnya baru terasa sekarang. Ini jadi tamparan positif buat teman-teman yang belajar investasi. Jadi tahu, oh iya manajemen duit itu penting, karena kalau enggak, mereka merepotkan sekelilingnya gitu," ucapnya. (Baca juga: Demo Meletus di Berbagai Daerah, Satgas Ingatkan Ancaman Covid-19)
Sementara itu Direktur Mandiri Sekuritas Theodora VN Manik mengatakan selama masa pandemi ini dirinya melihat minat masyarakat dalam berinvestasi meningkat. Khususnya untuk mengamankan dana darurat.
Hal itu, kata dia, terlihat dari peningkatan partisipasi investor ritel di Mandiri Sekuritas. Data perseroan menunjukkan hingga kuartal ketiga 2020, Mandiri Sekuritas melayani lebih dari 160.000 nasabah ritel. Angka tersebut meningkat 45% dari periode yang sama tahun lalu.
"Upaya edukasi dan pelatihan investasi juga berdampak positif pada aktivitas transaksi di mana nilai rata-rata transaksi harian nasabah ritel Mandiri Sekuritas terus meningkat," jelasnya.
Menurut dia, investor ritel, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini, berperan penting dalam menopang pertumbuhan pasar modal Indonesia. Kemudahan akses, termasuk pengetahuan dan keterampilan berinvestasi, layanan digital, serta berinvestasi melalui perusahaan efek tepercaya turut mendorong kenaikan jumlah partisipasi investor ritel di Indonesia," ujarnya. (Lihat videonya: pedagang Tanaman Hias Raup Untung di tengah Pandemi Covid-19)
Sebelumnya data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor pasar modal hingga Juli 2020 mencapai 3 juta atau meningkat 22% dari periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY).
Hingga Juli 2020 nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp2.198 triliun, sementara nilai dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana sebesar Rp503 triliun. (Hafid Fuad/Giri Hartomo)
(ysw)
Lihat Juga :