Kenapa Bank Sentral Harus Tahan Suku Bunga? Ini Penjelasan Ekonom
Selasa, 13 Oktober 2020 - 10:40 WIB
Riefky menjelaskan, terlepas dari tidak adanya tanda-tanda pemulihan dalam waktu dekat, pelemahan inflasi mulai mereda pada September 2020 dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
Walaupun adanya tanda kenaikan inflasi, daya beli masyarakat masih dianggap lemah. Berlanjutnya tren penurunan dari inflasi inti tahunan dan bulanan yang tercatat pada 1,86% (yoy) dan 0,13% (mtm), dibandingkan dengan 2,03% (yoy) di bulan sebelumnya dan 0,30% (mtm) di periode yang sama tahun lalu, mengindikasikan bahwa daya beli masih jauh dari pulih. (Baca juga: Janji Pemerintah: Pengusaha Tidak Bisa Seenaknya Pecat Buruh )
Menurut Riefky, dalam kondisi normal, tingkat inflasi biasanya memberikan informasi yang cukup gamblang terkait perbaikan atau pelemahan permintaan agregat mengingat inflasi umum dan inflasi inti cenderung bergerak dengan arah yang sama.
“Namun, inflasi inti –yang merupakan indikator yang lebih tepat untuk mengukur daya beli– di bulan September tidak bergerak sejalan dengan inflasi umum,” tandasnya.
Walaupun adanya tanda kenaikan inflasi, daya beli masyarakat masih dianggap lemah. Berlanjutnya tren penurunan dari inflasi inti tahunan dan bulanan yang tercatat pada 1,86% (yoy) dan 0,13% (mtm), dibandingkan dengan 2,03% (yoy) di bulan sebelumnya dan 0,30% (mtm) di periode yang sama tahun lalu, mengindikasikan bahwa daya beli masih jauh dari pulih. (Baca juga: Janji Pemerintah: Pengusaha Tidak Bisa Seenaknya Pecat Buruh )
Menurut Riefky, dalam kondisi normal, tingkat inflasi biasanya memberikan informasi yang cukup gamblang terkait perbaikan atau pelemahan permintaan agregat mengingat inflasi umum dan inflasi inti cenderung bergerak dengan arah yang sama.
“Namun, inflasi inti –yang merupakan indikator yang lebih tepat untuk mengukur daya beli– di bulan September tidak bergerak sejalan dengan inflasi umum,” tandasnya.
(ind)
Lihat Juga :