Program Kartu Prakerja Diklaim Tepat Sasaran, Survey Membuktikan?
Rabu, 14 Oktober 2020 - 14:02 WIB
“Peserta banyak yang ragu, tepat apa enggak. Kami sampaikan tepat sasaran. Mereka adalah kalangan muda yang masih panjang kontribusinya ke ekonomi. Mayoritas anak muda, pendapatan relatif rendah,” ujarnya dalam diskusi virtual, Rabu (14/10/2020).
Menurut Denni, mereka yang mengikuti program kartu prakerja juga bukan hanya dari kalangan pengangguran tapi ada beberapa juga yang sudah bekerja sebagai pekerja informal.
Berdasarkan data, para pendaftar atau peserta kartu pra kerja, 81% bekerja di sektor informal dengan rata-rata penghasilan hanya Rp1,3 juta saja. Dengan mengikuti program kartu pra kerja, bisa mendapatkan pelatihan dan juga insentif Rp600.000 untuk meringankan beban.
Apalagi tidak semua peserta masih single atau belum menikah. Karena berdasarkan data survey, ada 79% peserta yang memiliki tanggungan.
“Dari yang mengatakan saya bekerja 81% di sektor informal. Rata-rata pendapatan Rp1,3 juta. Sehingga Rp600 ribu itu membantu. 79% punya tanggungan. Enggak sepenuhnya single,” jelasnya.
Menurut Denni, mereka yang mengikuti program kartu prakerja juga bukan hanya dari kalangan pengangguran tapi ada beberapa juga yang sudah bekerja sebagai pekerja informal.
Berdasarkan data, para pendaftar atau peserta kartu pra kerja, 81% bekerja di sektor informal dengan rata-rata penghasilan hanya Rp1,3 juta saja. Dengan mengikuti program kartu pra kerja, bisa mendapatkan pelatihan dan juga insentif Rp600.000 untuk meringankan beban.
Apalagi tidak semua peserta masih single atau belum menikah. Karena berdasarkan data survey, ada 79% peserta yang memiliki tanggungan.
“Dari yang mengatakan saya bekerja 81% di sektor informal. Rata-rata pendapatan Rp1,3 juta. Sehingga Rp600 ribu itu membantu. 79% punya tanggungan. Enggak sepenuhnya single,” jelasnya.
Lihat Juga :