Apa Itu Value Investing? Yuk, Bongkar Rahasia Investasi ala Lo Kheng Hong!
Kamis, 15 Oktober 2020 - 09:23 WIB
Menurut Direktur IT & Online Trading MNC Sekuritas Fifi Virgantria, value investing ini cocok untuk investor yang punya tingkat kesabaran tinggi karena keuntungan maksimal justru diperoleh saat saham dijual beberapa tahun kemudian.
“Cara paling sederhana untuk memulai strategi value investing adalah mencari saham yang ‘salah harga’ berdasarkan laporan keuangannya. Teknik analisa yang biasa digunakan adalah analisa top-down, mulai dari kondisi fundamental perusahaan lalu mulai mengamati pergerakan saham dan daya beli masyarakat,” jelas Fifi, Kamis (15/10/2020).
Menurut dia, kondisi fundamental perusahaan dapat dianalisis dengan cara mengecek laporan keuangan dan melihat bagian pentingnya, seperti aset lancar dan tidak lancar, laba/ rugi serta laporan arus kas. Kemudian, calon value investor dapat mengambil kesimpulan, apakah emiten tersebut sehat secara finansial atau tidak.
Prinsip terpenting yang wajib dipegang seorang value investor adalah hanya membeli saham yang kinerjanya bagus dan dijual murah, artinya berada di bawah nilai intrinsiknya.
Fifi mengingatkan, supaya investor tidak salah kaprah dengan definisi ‘murah’. Murah bukan melulu soal nominal harga saham, tetapi soal nilai valuasi saham yang diincar.
“Cara paling sederhana untuk memulai strategi value investing adalah mencari saham yang ‘salah harga’ berdasarkan laporan keuangannya. Teknik analisa yang biasa digunakan adalah analisa top-down, mulai dari kondisi fundamental perusahaan lalu mulai mengamati pergerakan saham dan daya beli masyarakat,” jelas Fifi, Kamis (15/10/2020).
Menurut dia, kondisi fundamental perusahaan dapat dianalisis dengan cara mengecek laporan keuangan dan melihat bagian pentingnya, seperti aset lancar dan tidak lancar, laba/ rugi serta laporan arus kas. Kemudian, calon value investor dapat mengambil kesimpulan, apakah emiten tersebut sehat secara finansial atau tidak.
Prinsip terpenting yang wajib dipegang seorang value investor adalah hanya membeli saham yang kinerjanya bagus dan dijual murah, artinya berada di bawah nilai intrinsiknya.
Fifi mengingatkan, supaya investor tidak salah kaprah dengan definisi ‘murah’. Murah bukan melulu soal nominal harga saham, tetapi soal nilai valuasi saham yang diincar.
Lihat Juga :