Satu Data Indonesia Jadi Acuan Kesuksesan Program PEN
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 05:45 WIB
Sambung dia menyampaikan, data ini sebaiknya disajikan dalam suatu sistem Geographic Information System (GIS) yang baik dan terpadu, dengan kemampuan analisa spasial yang canggih. "Sistem GIS ini sebaiknya dapat mudah diakses dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak terkait seperti Kementerian atau Lembaga, UMKM, BPK, KPK, dan Kantor Staf Presiden (KSP)," ucapnya.
Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, menurut Hasanuddin, adalah momentum blessing in disguise untuk mengembangkan Smart (Covid-19) Cities. "Smart City ini setidaknya memenuhi kriteria seperti kota cerdas yang baku, mendukung keamanan kota dan penduduknya dari Covid-19, lalu kondusif bagi pelaksanaan program PEN," imbuhnya.
Baca Juga: China-AS Jor-joran Stimulus, Ekonomi RI Ikut Ngegas Tipis-Tipis
Sistem Smart (Covid-19) City yang dikembangkan juga harus mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan koperasi di kota yang bersangkutan. "Sistem yang dibangun juga sebaiknya mengakomodasi partisipasi masyarakat secara online dan inklusif," tukas Hasanuddin.
Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, menurut Hasanuddin, adalah momentum blessing in disguise untuk mengembangkan Smart (Covid-19) Cities. "Smart City ini setidaknya memenuhi kriteria seperti kota cerdas yang baku, mendukung keamanan kota dan penduduknya dari Covid-19, lalu kondusif bagi pelaksanaan program PEN," imbuhnya.
Baca Juga: China-AS Jor-joran Stimulus, Ekonomi RI Ikut Ngegas Tipis-Tipis
Sistem Smart (Covid-19) City yang dikembangkan juga harus mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan koperasi di kota yang bersangkutan. "Sistem yang dibangun juga sebaiknya mengakomodasi partisipasi masyarakat secara online dan inklusif," tukas Hasanuddin.
(nng)
Lihat Juga :