Defisit APBN 4,16%, Sri Mulyani: Tolong Diingat di Negara Lain Bahkan Belasan dan 20%
Senin, 19 Oktober 2020 - 10:38 WIB
Dia melanjutkan terkontraksinya pendapatan negara, termasuk penerimaan pajak, masih lebih banyak dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi akibat pandemi virus Corona. ( Baca juga:Tekor! Sri Mulyani Sebut Defisit APBN 2020 Tembus Rp500 Triliun )
“Memang mengalami tekanan karena bisnis dan pembayar pajak mengalami tekanan," katanya.
Sementara itu, realisasi penerimaan pajak (termasuk pajak penghasilan migas) hingga akhir September 2020 senilai Rp750,6 triliun atau 62,6% terhadap target APBN 2020 yang sudah diubah sesuai Perpres No. 72/2020 senilai Rp1.198,8 triliun.
“Memang mengalami tekanan karena bisnis dan pembayar pajak mengalami tekanan," katanya.
Sementara itu, realisasi penerimaan pajak (termasuk pajak penghasilan migas) hingga akhir September 2020 senilai Rp750,6 triliun atau 62,6% terhadap target APBN 2020 yang sudah diubah sesuai Perpres No. 72/2020 senilai Rp1.198,8 triliun.
(uka)
Lihat Juga :