Generasi Z dan Milenial Paling Banyak Lakukan Transaksi Digital

Selasa, 20 Oktober 2020 - 23:23 WIB
Peningkatan adopsi digital dan keyakinan konsumen tersebut sejalan dengan temuan Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2019. Survei tersebut menunjukkan indeks inklusi keuangan atau penggunaan produk keuangan yang sudah mencapai 76,19%.

Akan tetapi masih terdapat kesenjangan angka tersebut dengan indeks literasi keuangan (38,03%) yang menunjukkan pemahaman. Kesenjangan itu memperlihatkan banyak pengguna produk keuangan di Indonesia yang belum tahu dan terampil menggunakan produk keuangan secara efektif.

Padahal, sebagai negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, literasi keuangan yang baik khususnya di ranah digital menjadi penting.

Di tengah Bulan Inklusi Keuangan sepanjang Oktober 2020, literasi keuangan digital pun semakin digalakkan pemerintah maupun pemain industri sektor keuangan. Hal ini sejalan dengan inisiatif Literasi Keuangan Digital yang merupakan upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui teknologi informasi.

Terlebih di tengah keterbatasan berbagai kegiatan sosialisasi literasi keuangan yang berbentuk fisik akibat pandemi. Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian dan Pengembangan Teknologi Finansial Otoritas Jasa Keuangan Munawar Kasan, literasi keuangan digital memiliki empat komponen.

Pertama yaitu mengetahui produk, paham produk dalam industri keuangan digital dan aneka produk fintech. Kedua, yakni bijak memanfaatkan, tak hanya memanfaatkan tetapi juga meminjam sesuai kebutuhan, menghitung kemampuan membayar, paham bunga, denda. bayar sesuai jumlah dan waktunya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!