Vaksin Merah Putih Sudah Bisa Diuji Coba pada Hewan, Bio Farma Siap?
Selasa, 20 Oktober 2020 - 20:04 WIB
Untuk memperkuat vaksin tersebut, pihak BRIN terus melakukan whole genome sequencing (WGS) untuk mempelajari karakter virus yang bertransmisi di Indonesia. Saat ini, BRIN sudah mengirimkan sebanyak 114 WGS kepada GISAID yang merupakan bank data virus influenza di dunia.
Selain itu, dalam proses pembuatan vaksin Merah Putih, pemerintah melibatkan sejumlah lembaga dan institusi perguruan tinggi di dalam negeri. Tercatat ada enam institusi dan lembaga yang bergabung dalam tahapan awal produksi vaksin Merah Putih.
Di antaranya, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang mengembangkan vaksin Merah Putih dengan dua platform yaitu sub unit protein rekombinan dan inactivated virus. Kemudian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang bertugas mengembangkan vaksin dengan platform protein rekombinan fusi.
Sementara perguruan tinggi yang terlibat adalah Universitas Indonesia (UI) yang mengembangkan vaksin dengan platform DNA, mRNA, dan virus-like-particles.
Institut Teknologi Bandung mengembangkan vaksin dengan platform adenovirus. Serta, Universitas Airlangga mengembangkan vaksin dengan 2 platform yaitu adenovirus dan adeno-associated virus (AAV).
Selain itu, dalam proses pembuatan vaksin Merah Putih, pemerintah melibatkan sejumlah lembaga dan institusi perguruan tinggi di dalam negeri. Tercatat ada enam institusi dan lembaga yang bergabung dalam tahapan awal produksi vaksin Merah Putih.
Di antaranya, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang mengembangkan vaksin Merah Putih dengan dua platform yaitu sub unit protein rekombinan dan inactivated virus. Kemudian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang bertugas mengembangkan vaksin dengan platform protein rekombinan fusi.
Sementara perguruan tinggi yang terlibat adalah Universitas Indonesia (UI) yang mengembangkan vaksin dengan platform DNA, mRNA, dan virus-like-particles.
Institut Teknologi Bandung mengembangkan vaksin dengan platform adenovirus. Serta, Universitas Airlangga mengembangkan vaksin dengan 2 platform yaitu adenovirus dan adeno-associated virus (AAV).
Lihat Juga :