Perusahaan Asal Rusia Garap Blok Migas di Laut Natuna
Kamis, 22 Oktober 2020 - 18:03 WIB
SKK Migas memberikan apresiasi kepada Premier Oil yang berhasil menggandeng patner dari Rusia ini. "Langkah ini akan semakin memperkecil rIsiko investasi dan meningkatkan keberhasilan pengelolaan blok Lapangan Tuna melalui sinergi dan kolaborasi keunggulan masing-masing pihak dalam mengelola blok lapangan Tuna," ungkapnya.
Dia meyakini, lapangan Blok Tuna sudah semakin dekat menyelesaikan tahapan eksplorasi untuk selanjutnya akan diajukan Plan of Development (POD) dan dapat berkontribusi menambah produksi migas (minyak dan gas bumi) di Indonesia.
“Selain aspek ekonomi, lapangan blok Tuna memiliki peran yang strategis secara geopolitik, karena letaknya berbatasan dengan Vietnam dan berada dekat dengan laut China Selatan yang saat ini menjadi fokus geopolitik berbagai negara. Beroperasinya blok Tuna akan semakin memperkuat kedaulatan Indonesia di wilayah tersebut,” pungkas Kepala SKK Migas.
Blok Tuna adalah wilayah Kerja migas di lepas pantai Indonesia yang terletak di Laut Natuna di sebelah perbatasan Vietnam dengan kedalaman air sekitar 110 meter. KBH Tuna ditandatangani dan berlaku sejak 21 Maret 2007. Premier Oil sebagai operator saat ini memegang 100% partisipasi interes di wilayah kerja tersebut.
(Baca Juga: Tingkat Risiko Investasi Migas Tinggi Jadi Tantangan, Ini Jurus Menteri Arifin )
Dia meyakini, lapangan Blok Tuna sudah semakin dekat menyelesaikan tahapan eksplorasi untuk selanjutnya akan diajukan Plan of Development (POD) dan dapat berkontribusi menambah produksi migas (minyak dan gas bumi) di Indonesia.
“Selain aspek ekonomi, lapangan blok Tuna memiliki peran yang strategis secara geopolitik, karena letaknya berbatasan dengan Vietnam dan berada dekat dengan laut China Selatan yang saat ini menjadi fokus geopolitik berbagai negara. Beroperasinya blok Tuna akan semakin memperkuat kedaulatan Indonesia di wilayah tersebut,” pungkas Kepala SKK Migas.
Blok Tuna adalah wilayah Kerja migas di lepas pantai Indonesia yang terletak di Laut Natuna di sebelah perbatasan Vietnam dengan kedalaman air sekitar 110 meter. KBH Tuna ditandatangani dan berlaku sejak 21 Maret 2007. Premier Oil sebagai operator saat ini memegang 100% partisipasi interes di wilayah kerja tersebut.
(Baca Juga: Tingkat Risiko Investasi Migas Tinggi Jadi Tantangan, Ini Jurus Menteri Arifin )
Lihat Juga :