Serapan Tenaga Kerja Masih Jauh dari Target, Bahlil: Enggak Gampang Bos!
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 14:06 WIB
Bahlil mengaku telah mendatangi sejumlah perusahaan terkait peluang untuk bisa menyerap tenaga kerja. Serta meminta agar pekerjaan yang bisa dilakukan tenaga kerja manusia agar tidak diambil alih oleh teknolgi.
"Kami harus datangi perusahaan. Kami sampaikan bahwa pekerjaan yang masih bisa diberikan kepada manusia jangan diambil alih oleh teknologi," jelasnya.
Dia melanjutkan, saat ini pendekatan yang dilakukan bukan pendekatan di atas kertas. Namun, kata dia, ini harus dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban moralitas BKPM. Hal ini dikarenakan masih banyak lapangan pekerjaan yang bisa diserap.
(Baca juga: Ada Merger, Pemegang Saham Minoritas BRIS Bisa Untung Bisa juga Buntung )
"Kami ingin bahwa setiap nilai inevstasi yang lahir di Indonesia harus orientasi pada bagaimana menciptakan lapangan kerja yang maksimal," tandasnya.
"Kami harus datangi perusahaan. Kami sampaikan bahwa pekerjaan yang masih bisa diberikan kepada manusia jangan diambil alih oleh teknologi," jelasnya.
Dia melanjutkan, saat ini pendekatan yang dilakukan bukan pendekatan di atas kertas. Namun, kata dia, ini harus dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban moralitas BKPM. Hal ini dikarenakan masih banyak lapangan pekerjaan yang bisa diserap.
(Baca juga: Ada Merger, Pemegang Saham Minoritas BRIS Bisa Untung Bisa juga Buntung )
"Kami ingin bahwa setiap nilai inevstasi yang lahir di Indonesia harus orientasi pada bagaimana menciptakan lapangan kerja yang maksimal," tandasnya.
(ind)
Lihat Juga :