La Nina Mengancam, Kementan Pastikan Stok Beras Aman hingga Akhir Tahun
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 15:16 WIB
"Fase produksi ini total menghasilkan 17,06 Juta ton beras dengan nilai Rp172 Triliun. Cadangan beras pun semakin kompetitif, apalagi ada stok 5,94 Juta ton dari Desember 2019," ujarnya.
Dari angka produksi tersebut, kata dia, kebutuhan konsumsi masyarakat dari Januari-Juni 2020 mencapai 15,17 Juta Ton. Lalu, didapatlah stok beras mencapai 7,83 Juta Ton. Untuk menaikan akselerasi produksi beras, program percepatan produksi juga digulirkan.
Periodenya mulai April hingga September 2020 dengan luas lahan riil 5.621.074 Hektar. Hasilnya, produksi beras dari Juli hingga Desember 2020 diprediksi 12,5-15 Juta ton. Bila dijumlahkan seluruhnya, produksi dan setok beras pada MT-II 2020 mencapai 22,09 juta ton.
"Terkait pangan, semuanya tetap positif. Sekali lagi, setok beras tetap aman hingga akhir 2020. Beragam upaya terus dilakukan untuk menaikan produktivitasnya. Beragam percepatan juga dilakukan," kata dia.
Dari angka produksi tersebut, kata dia, kebutuhan konsumsi masyarakat dari Januari-Juni 2020 mencapai 15,17 Juta Ton. Lalu, didapatlah stok beras mencapai 7,83 Juta Ton. Untuk menaikan akselerasi produksi beras, program percepatan produksi juga digulirkan.
Periodenya mulai April hingga September 2020 dengan luas lahan riil 5.621.074 Hektar. Hasilnya, produksi beras dari Juli hingga Desember 2020 diprediksi 12,5-15 Juta ton. Bila dijumlahkan seluruhnya, produksi dan setok beras pada MT-II 2020 mencapai 22,09 juta ton.
"Terkait pangan, semuanya tetap positif. Sekali lagi, setok beras tetap aman hingga akhir 2020. Beragam upaya terus dilakukan untuk menaikan produktivitasnya. Beragam percepatan juga dilakukan," kata dia.
(ind)
Lihat Juga :