Terpukul Pandemi Corona, Pemandu Wisata Bertahan dengan Berbagai Cara

Senin, 26 Oktober 2020 - 06:35 WIB
Menurut Prawira, pertunjukan Tari Kecak biasanya melibatkan sekitar 60-100 orang penari. Sejak pandemi, potensi pemasukan dari pentas Tari Kecak yang dalam sebulan bisa menghasilkan hingga Rp6 miliar pun hilang.

“Tari Kecak biasa dihadiri 1.200-an tamu dengan harga tiket Rp100.000 per orang dan pertunjukan dua kali sehari. Itu bisa menghasilkan Rp240 juta sehari atau kisaran Rp6 miliar dalam sebulan. Pelaku seni di Bali yang menjadikan profesi penari freelance akhirnya tidak ada sumber pemasukan,” ungkapnya.

Sedangkan Lalu yang berprofesi sebagai pedagang jagung bakar di Jimbaran Bali mengaku harus pulang kampung dan menjadi petani tembakau saat awal masa pandemi. Namun, saat ini seiring berangsur pulihnya wisata di Bali, akhirnya dia kembali ke Jimbaran.

“Saya sempat pulang kampung ke Lombok karena pandemi tempat wisata ditutup. Tapi, sekarang kembali jualan lagi meski lebih sering sepi. Malam ini kebetulan sedang agak banyak tamunya,” ungkap Lalu.

Direktur Eksekutif Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Ida Bagus Purwa Sideman mengatakan, pariwisata Bali merana dihantam corona. Pelaku usaha pariwisata pun otomatis merasakan dampak luar biasa. (Baca juga: Ratusan Ribu Bayi Meninggal Akibat Polusi Udara)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!