AAJI Upayakan Genjot Edukasi dan Literasi Sejak Tingkat PAUD
Selasa, 27 Oktober 2020 - 01:47 WIB
Dia mengatakan, dalam rentang Maret hingga Juni 2020 industri asuransi telah membayarkan Rp 216 Miliar untuk klaim terkait covid19. Walaupun pemerintah mengatakan telah menanggung biaya pasien covid19 tapi pelaku industri tetap membayarkan.
"Dampak pandemi terutama adaptasi teknologi digital untuk pemasaran dan penjualan produk asuransi. Sebelumnya hanya untuk layanan karena biasanya penjualan menggunakan pendekatan langsung. Saat ini pengembangan digital dipercepat," ujarnya.
Sebelumnya Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan industri asuransi jiwa terkena dampak dari pandemi Covid19. Ini terlihat dari anjloknya total pendapatan asuransi jiwa sepanjang semester pertama 2020 sebesar 38,7%. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, total pendapatan Rp72,57 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 118,3 triliun.
Dari total pendapatan semester pertama 2020 itu, mayoritas berasal dari pendapatan premi senilai Rp 88,02 triliun yang turun 2,5% secara year on year. Sedangkan dari hasil investasi anjlok sebesar 191,9%, dari Rp 22,82 triliun pada semester pertama 2019 menjadi negatif Rp 20,97 triliun.
(Baca Juga: Pelaku Industri Asuransi Jiwa Minta Relaksasi Demi Dongkrak Premi Baru )
"Dampak pandemi terutama adaptasi teknologi digital untuk pemasaran dan penjualan produk asuransi. Sebelumnya hanya untuk layanan karena biasanya penjualan menggunakan pendekatan langsung. Saat ini pengembangan digital dipercepat," ujarnya.
Sebelumnya Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan industri asuransi jiwa terkena dampak dari pandemi Covid19. Ini terlihat dari anjloknya total pendapatan asuransi jiwa sepanjang semester pertama 2020 sebesar 38,7%. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, total pendapatan Rp72,57 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 118,3 triliun.
Dari total pendapatan semester pertama 2020 itu, mayoritas berasal dari pendapatan premi senilai Rp 88,02 triliun yang turun 2,5% secara year on year. Sedangkan dari hasil investasi anjlok sebesar 191,9%, dari Rp 22,82 triliun pada semester pertama 2019 menjadi negatif Rp 20,97 triliun.
(Baca Juga: Pelaku Industri Asuransi Jiwa Minta Relaksasi Demi Dongkrak Premi Baru )
Lihat Juga :