Korporasi dan Perorangan Tahan Diri, Penyaluran Kredit Turun Tipis
Selasa, 27 Oktober 2020 - 13:37 WIB
BI mencatat laju penyaluran kredit pada September 2020 melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat, kredit yang disalurkan oleh perbankan pada September 2020 terkontraksi. Penyaluran kredit pada September 2020 tercatat sebesar Rp5.529,4 triliun atau tumbuh negatif -0,4% (yoy), berbalik arah bila dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya (0,6%, yoy).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan, penurunan laju penyaluran kredit seiring dengan perlambatan kredit kepada debitur korporasi dan perorangan. Penyaluran kredit kepada korporasi tercatat turun dari 0,7% (yoy) pada Agustus 2020 menjadi -0,7% (yoy) pada September 2020.
(Baca Juga: Restrukturisasi Kredit Bank BNI Capai Rp122 Triliun)
"Demikian juga, penyaluran kredit pada debitur perorangan mengalami perlambatan dari 1,0% (yoy) menjadi 0,7% (yoy) pada bulan laporan," katanya di Jakarta, Selasa (27/10/2020).
Berdasarkan jenis penggunaannya, perlambatan kredit dipengaruhi oleh melambatnya penyaluran kredit pada seluruh jenis penggunaannya. Kredit Modal Kerja (KMK) masih menunjukkan pertumbuhan negatif sebesar -3,1% (yoy) pada September 2020, terutama pada sektor Industri Pengolahan dan sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR).
KMK sektor Industri Pengolahan pada September 2020 tumbuh negatif sebesar -1,7% (yoy), lebih dalam dari bulan sebelumnya (-1,3%, yoy). Penurunan tersebut terutama terjadi pada kredit industri makanan khususnya di DKI Jakarta dan Jawa Timur. Sementara, KMK sektor PHR juga tumbuh negatif, sebesar -5,5%(yoy), lebih dalam dibandingkan pertumbuhan bulan Agustus 2020 sebesar -4,3% (yoy), terutama bersumber dari penurunan KMK subsektor perdagangan minyak kelapa sawit di Sumatera Utara dan Lampung.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan, penurunan laju penyaluran kredit seiring dengan perlambatan kredit kepada debitur korporasi dan perorangan. Penyaluran kredit kepada korporasi tercatat turun dari 0,7% (yoy) pada Agustus 2020 menjadi -0,7% (yoy) pada September 2020.
(Baca Juga: Restrukturisasi Kredit Bank BNI Capai Rp122 Triliun)
"Demikian juga, penyaluran kredit pada debitur perorangan mengalami perlambatan dari 1,0% (yoy) menjadi 0,7% (yoy) pada bulan laporan," katanya di Jakarta, Selasa (27/10/2020).
Berdasarkan jenis penggunaannya, perlambatan kredit dipengaruhi oleh melambatnya penyaluran kredit pada seluruh jenis penggunaannya. Kredit Modal Kerja (KMK) masih menunjukkan pertumbuhan negatif sebesar -3,1% (yoy) pada September 2020, terutama pada sektor Industri Pengolahan dan sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR).
KMK sektor Industri Pengolahan pada September 2020 tumbuh negatif sebesar -1,7% (yoy), lebih dalam dari bulan sebelumnya (-1,3%, yoy). Penurunan tersebut terutama terjadi pada kredit industri makanan khususnya di DKI Jakarta dan Jawa Timur. Sementara, KMK sektor PHR juga tumbuh negatif, sebesar -5,5%(yoy), lebih dalam dibandingkan pertumbuhan bulan Agustus 2020 sebesar -4,3% (yoy), terutama bersumber dari penurunan KMK subsektor perdagangan minyak kelapa sawit di Sumatera Utara dan Lampung.
Lihat Juga :