McDonald’s Ikon Jakarta Ditutup, Ekonom: Sarinah Rugi Besar

Jum'at, 08 Mei 2020 - 10:47 WIB
Dia melanjutkan, rencana menjadikan Sarinah sebagai pusat UMKM cukup baik. Tapi menurutnya hal itu tidak perlu perlu sampai menutup gerai makanan siap saji yang telah menjadi ikon di daerah tersebut. Lagi pula, imbuh Bhima, preferensi konsumen dan sisi harga juga berbeda.

"Daerah Sarinah banyak perkantoran dimana struktur karyawan juga berbeda. ada yang gajinya cukup untuk makan di restoran siap saji, ada juga yang memilih makan di warteg," paparnya.

Senada dengannya, Ekonom CORE Piter Abdullah menilai seharusnya tutup atau tidak tutupnya McDonald's tidak mempengaruhi keinginan Sarinah menjadi pusat UMKM. Piter mengatakan, Sarinah harus jelas dulu terkait pengertian menjadi pusat UMKM.

"Jadi kendala yang dimunculkan oleh adanya McDonald's di sarinah bisa dipahami mengganggu visi tersebut. Sekarang visi Sarinah itu masih belum jelas. Saya Kira bukan cuma jadi tempat fisik mengumpulkan perusahaan UMKM," katanya.

Dia menambahkan seharusnya visi itu lebih kepada semangat bagaimana Sarinah benar-benar terlihat dalam membangun mengembangkan UMKM. "Bagaimana Sarinah tumbuh bersama-bersama UMKM. Sarinah bisa mengembangkan marketplace digital bagi semua UMKM yang dibinanya. Ini kan tidak ada hubungannya dengan ada tidaknya McDonald's di gedung Sarinah," jelasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!