Penurunan Suku Bunga Belum Mampu Genjot Pertumbuhan Kredit

Selasa, 27 Oktober 2020 - 15:34 WIB
Adapun penurunan bukan hanya pada suku bunga kredit saja, penyaluran kredit pada September 2020 juga turun menjadi Rp5.529,4 triliun atau tumbuh negatif -0,4% (yoy). Penurunan laju penyaluran kredit seiring dengan perlambatan kredit kepada debitur korporasi dan perorangan.

Berdasarkan jenis penggunaannya, perlambatan kredit dipengaruhi oleh melambatnya penyaluran kredit pada seluruh jenis penggunaannya. Kredit Modal Kerja (KMK) masih menunjukkan pertumbuhan negatif sebesar -3,1% (yoy) pada September 2020, terutama pada sektor Industri Pengolahan dan sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR).

(Baca Juga: Bertahan di Masa Pandemi, Relaksasi Kredit Dibutuhkan Dunia Usaha)

KMK sektor Industri Pengolahan pada September 2020 tercatat tumbuh negatif sebesar -1,7% (yoy), lebih dalam dari bulan sebelumnya (-1,3%, yoy). Sementara, KMK sektor PHR juga tumbuh negatif, sebesar -5,5%(yoy), lebih dalam dibandingkan pertumbuhan bulan Agustus 2020 sebesar -4,3% (yoy). Kredit investasi (KI) tercatat tumbuh 3,4% (yoy) pada September 2020, melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 4,0% (yoy).

Adapun pertumbuhan Kredit Konsumsi (KK) pada September 2020 melambat, dari 1,1% (yoy) pada bulan Agustus 2020 menjadi 0,8% (yoy), disebabkan oleh perlambatan pada kredit KPR/KPA dan KKB.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!