Optimis, 47,2% Konsumen Percaya Pandemi Berakhir Tahun Ini

Selasa, 27 Oktober 2020 - 18:05 WIB
Yuswohady menuturkan, hal menarik dari hasil riset menunjukkan bahwa di masa awal pandemi jumlah tabungan masyarakat cenderung meningkat sebagai dana cadangan menghadapi ketidakpastian akibat krisis pandemi. Namun pada masa kini mereka mengakui jumlah tabungan dan investasi mereka menurun.

"Di awal pandemi tabungan naik karena kondisi tidak menentu maka mereka menabung untuk jaga-jaga. Tetapi riset terbaru ternyata 57,6% konsumen menyatakan tabungan telah digunakan selama pandemi ini. Ini mengindikasikan bahwa pengaruh krisis pandemi di akhir tahun 2020 ini semakin dalam dan dirasakan masyarakat," jelasnya.

(Baca Juga: Ditembaki Stimulus, Ekonomi RI Baru Bisa Meroket Tahun Depan)

Sementara Ketua Umum Gerakan Pakai Masker (GPM) Sigit Pramono mengingatkan bahwa meski vaksin telah siap diproduksi secara massal namun tidak serta merta bisa mengendalikan pandemi. Menurut dia, butuh waktu paling cepat sekitar dua tahun untuk mengendalikan krisis akibat pandemi ini.

"Pada akhirnya kita hanya mampu mengendalikan virus ini saja, apakah dengan obat maupun vaksin. Tetapi virus tidak akan pernah hilang dari muka bumi," tuturnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!