Nasib Bisnis Angkutan Bus Menjelang Liburan Panjang

Selasa, 27 Oktober 2020 - 22:18 WIB
Dia menambahkan, masih ada harapan jumlah tingkat keterisian penumpang (load factor) pada angkutan bus bisa bertambah. “Sampai sore ini, data penjualan tiket dan pemesanan itu belum ada lonjakan sama sekali. Kalau di Agustus 60% unit kami beroperasi. Masuk september turun lagi. Okupansi hanya 20-30 persen. Oktober, ada peningkatan di angka 30-40%. Dan jumlah armada operasi, masih turun ke 40%. Hari ini saat long weekend, jumlah armada tak bertambah dengan load factor masih di kisaran 30-40%,” pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balibang) Kementerian Perhubungan juga telah menyatakan minat masyarakat untuk berlibur pada libur panjang Maulid diiprediksi minim. Hal itu mengacu pada survai yang dilakukan Balitbanghub yang menyebutkan 77% responden menyatakan tidak akan melakukan perjalanan. ( Baca juga:Antisipasi Pandemi, Dokter Spesialis dari UI Ini Sarankan Tunda Liburan )

Kepala Balitbanghub, Umiyatun Hayati Triastuti mengatakan, banyak alasan yang membuat masyarakat enggan berlibur atau melakukan perjalanan. “Mayoritas memilih di rumah saja. Faktor terbesar karena ini masih masa pandemi Covid-19. Jadi kebanyakan memilih untuk berada di rumah saja,” ucapnya.

Hasil survai Balitbanghub juga menyebutkan, jika masyarakat memilih liburan, angkutan yang dominan dipilih melakukan perjalanan adalah angkutan pribadi (64%), disusul angkutan pesawat udara (11,5%) serta sepeda motor (5,5%).
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!