Jaga Neraca Dagang, Mendag Lepas Ekspor Kosmetik Senilai Rp22,9 Miliar
Kamis, 29 Oktober 2020 - 16:28 WIB
Sebagai salah satu perusahaan kosmetik, Wardah menjadi salah satu merek kosmetik halal dan berkualitas serta telah menerima berbagai penghargaan. Beberapa di antaranya yaitu Pioner Kosmetik Halal di Indonesia dan Halal Top Brand dari Kementerian Agama bersama LPPOM Majelis Ulama Indonesia, Global Fastest Growing Brand dari Incosmetics Paris; Indonesia Original’s Brand and Customer Choice dari majalah SWA; Campaign of the Year dari Beauty Asia.
Mendag menuturkan, masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor produk kosmetik Indonesia secara global. Hal itu ditunjukkan PT Paragon Technology and Innovation yang mampu menembus pasar Malaysia. "Diharapkan dengan pelepasan ekspor ini, produk kosmetik ini dapat dikenal tidak hanya pada kancah domestik, tapi juga pasar internasional," tandas Mendag.
Menurut dia kegiatan ekspor tersebut sebagai upaya pemerintah bersama industri menjaga kinerja ekspor nonmigas di tengah tekanan ekonomi global dan pandemi Covid-19 telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pada periode Januari-September 2020, neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar USD13,51 miliar yang dihasilkan dari kinerja dagang sektor nonmigas sebesar USD 18,18 miliar dan defisit neraca sektor migas sebesar USD 4,66 miliar.
Surplus kumulatif ini bahkan sudah melampaui surplus perdagangan pada 2017 yang mencapai USD11,8 miliar, atau yang tertinggi sejak tahun 2012. Pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga kinerja ekspor nonmigas agar tidak turun tajam di tengah tekanan ekonomi global dan pandemi Covid-19. "Salah satunya dengan mengatur impor barang konsumsi secara selektif untuk melindungi pelaku usaha di dalam negeri sehingga surplus neraca perdagangan dapat terjaga selama lima bulan berturut-turut," tutur Mendag.
Baca Juga: Neraca Dagang Ngedur Untung Terus, Mendag Agus: Sinyal Bangkitnya Ekonomi
Selain pengaturan impor, Mendag juga memaparkan sejumlah kebijakan lain yang diambil Kemendag dalam menjaga kinerja perdagangan luar negeri tahun ini. Kebijakan tersebut, antara lain memberi stimulus ekonomi nonfiskal serta mengamankan ketersediaan alat kesehatan untuk mendukung upaya penanganan pandemi dan mendukung potensi kinerja ekspor alat kesehatan, serta memanfaatkan forum kerja sama perdagangan internasional demi mengurangi hambatan perdagangan yang justru menguat di masa pandemi.
Mendag menuturkan, masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor produk kosmetik Indonesia secara global. Hal itu ditunjukkan PT Paragon Technology and Innovation yang mampu menembus pasar Malaysia. "Diharapkan dengan pelepasan ekspor ini, produk kosmetik ini dapat dikenal tidak hanya pada kancah domestik, tapi juga pasar internasional," tandas Mendag.
Menurut dia kegiatan ekspor tersebut sebagai upaya pemerintah bersama industri menjaga kinerja ekspor nonmigas di tengah tekanan ekonomi global dan pandemi Covid-19 telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pada periode Januari-September 2020, neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar USD13,51 miliar yang dihasilkan dari kinerja dagang sektor nonmigas sebesar USD 18,18 miliar dan defisit neraca sektor migas sebesar USD 4,66 miliar.
Surplus kumulatif ini bahkan sudah melampaui surplus perdagangan pada 2017 yang mencapai USD11,8 miliar, atau yang tertinggi sejak tahun 2012. Pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga kinerja ekspor nonmigas agar tidak turun tajam di tengah tekanan ekonomi global dan pandemi Covid-19. "Salah satunya dengan mengatur impor barang konsumsi secara selektif untuk melindungi pelaku usaha di dalam negeri sehingga surplus neraca perdagangan dapat terjaga selama lima bulan berturut-turut," tutur Mendag.
Baca Juga: Neraca Dagang Ngedur Untung Terus, Mendag Agus: Sinyal Bangkitnya Ekonomi
Selain pengaturan impor, Mendag juga memaparkan sejumlah kebijakan lain yang diambil Kemendag dalam menjaga kinerja perdagangan luar negeri tahun ini. Kebijakan tersebut, antara lain memberi stimulus ekonomi nonfiskal serta mengamankan ketersediaan alat kesehatan untuk mendukung upaya penanganan pandemi dan mendukung potensi kinerja ekspor alat kesehatan, serta memanfaatkan forum kerja sama perdagangan internasional demi mengurangi hambatan perdagangan yang justru menguat di masa pandemi.
Lihat Juga :