Ekonomi Indonesia Kuartal IV-2020 Diprediksi Tumbuh 0,31%
Rabu, 04 November 2020 - 16:24 WIB
"Kemarin Presiden (Jokowi), sudah mengatakan sekitar minus 3%. Kalaupun demikian, itu berarti sudah membaik dari kuartal II-2020 yang minus 5,32%. Belanja pemerintah juga tumbuh cukup signifikan dari -6,9% jadi positif 18%," ungkap dia.
Kemudian, lanjut dia, belanja rumah tangga yang selama ini menopang PDB terbesar meski masih negatif tapi bergerak menjadi kurang lebih 2,2%. "Artinya stimulus pemerintah juga mendukung daya beli," jelasnya.
(Baca juga: Bersiap, BLT Gaji Gelombang Dua Cair Minggu Ini )
Dia menambahkan, anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN), realisasinya sekitar 50% per akhir Oktober 2020. Pihaknya yakin hingga akhir 2020 akan mencapai 100%.
"Maka itu, kita optimistis akan terserap seluruhnya sampai akhir Desember. Sebab, bansos sudah 82%, di mana untuk UKM sudah 50%. Sedangkan untuk korporasi masih rendah karena menunggu PP (Peraturan Pemerintah) dan PMK (Peraturan Menteri Keuangan), semua akan selesai dan bisa dibayarkan pada BUMN pekan ini," tandas dia.
Kemudian, lanjut dia, belanja rumah tangga yang selama ini menopang PDB terbesar meski masih negatif tapi bergerak menjadi kurang lebih 2,2%. "Artinya stimulus pemerintah juga mendukung daya beli," jelasnya.
(Baca juga: Bersiap, BLT Gaji Gelombang Dua Cair Minggu Ini )
Dia menambahkan, anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN), realisasinya sekitar 50% per akhir Oktober 2020. Pihaknya yakin hingga akhir 2020 akan mencapai 100%.
"Maka itu, kita optimistis akan terserap seluruhnya sampai akhir Desember. Sebab, bansos sudah 82%, di mana untuk UKM sudah 50%. Sedangkan untuk korporasi masih rendah karena menunggu PP (Peraturan Pemerintah) dan PMK (Peraturan Menteri Keuangan), semua akan selesai dan bisa dibayarkan pada BUMN pekan ini," tandas dia.
(ind)
Lihat Juga :