Ramai-ramai Boikot Produk Prancis, Pengusaha Ritel Kekeuh Tetap Jual

Kamis, 05 November 2020 - 08:31 WIB
Menurut dia, kejadian kekerasan yang ada di Prancis tak sinkron bila membalas dengan menghambat perdagangan kedua negara. Sebab aksi terorisne dilalukan seorang, bukan terkait perdagangan.

"Kedua, ini bicara soal antara perdangangan, kebutuhan makan dan minum dan yang ada di retail modern dengan kejadian yang ada di Prancis. Itu sebenarnya kejadian yang tidak ada hubungannya," ungkapnya.

(Baca Juga: MUI Serukan Boikot Produk Prancis, Ini Daftar Produknya )

Dia berharap pemerintah ke depannya memberikan komunikasi yang aktif kepada pemerintah Prancis supaya tidak mengulang atau menarik perkataan yang menyinggung kita sebagai masyarakat. Ini kaitan masalah itu, bukan barang.

"Kalau ada kesalahan makanan dan minuman layak kita pisahkan. Jadi ini yang dimaksud dengan kita arif dan bijaksana dalam melihat situasi dan posisi duduk perkaranya," ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!