Ada Libur Panjang di Desember, Aksi Window Dressing Bisa Lebih Cepat

Jum'at, 06 November 2020 - 22:14 WIB
Fenomena window dressing biasanya terjadi pada akhir kuartal saat perusahaan-perusahaan merilis laporan keuangan kuartalan, tepatnya pada bulan Maret, Juni, September dan Desember. Window dressing yang paling signifikan terjadi pada akhir tahun, dimana biasanya harga saham akan menguat sampai bulan Januari yang dikenal juga dengan sebutan January Effect.

William menyampaikan, bagi para investor yang ingin melakukan pembelian saham di akhir tahun ini masih bisa dilakukan dan dia menyarankan agar membeli saham yang juga menjadi penggerak indeks.

"Ada peluangnya (untuk beli saham), jadi bisa dilakukan pada saham-saham yang memang penggerak indeks juga, jadi lebih mengurangi risiko," katanya.

Dia menyebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jelang akhir tahun juga tengah mengalami kenaikan tren, dimana jika dilihat secara technical, IHSG telah menembus level resistance di 5.157.

"5.300 ini kan juga salah satu resistance yang baru aja ditembus hari ini, jadi perkiraannya pekan depan akan kembali teruji dulu di support baru ini di 5.300. Apabila bertahan penguatan menuju 5.500 pun mungkin terjadi di akhir tahun, jadi nggak langsung," ucapnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!