Pemerintah Dorong Tren Pemanfaatan Sistem PLTS Atap di Sektor Industri
Senin, 09 November 2020 - 10:08 WIB
Menurut Harris, meningkatnya permintaan pemanfaatan energi surya dalam negeri akan dapat mendorong perkembangan industri surya nasional. Hal ini merupakan tren global yang saat ini tengah berjalan, dimana semakin lama semakin cepat pertumbuhannya sehingga Indonesia tidak boleh tertinggal dan dapat memperoleh manfaat semaksimal mungkin.
Oleh karenanya Ia berharap PT PLN (Persero) dapat mengakomodir dan memberikan kemudahan fasilitasi pengajuan pelanggan PLTS Atap dari pelaku perusahaan swasta untuk mendorong pemanfaatan sistem PLTS Atap sektor industri. “Saya berharap nanti PLN juga bisa mendukung secara penuh tren ini untuk bisa mengakomodir dan memberikan kemudahan fasilitasi ketika ada pengajuan dari pelanggan khususnya sektor industri, lebih khusus lagi dengan masalah meteran nya. Semoga teman-teman dari PLN nanti bisa menyiapkan dengan baik meteran ekspor impor nya sehingga implementasi dari PLTS rooftop ini jadi lebih mudah,” tukas Harris.
Untuk diketahui, terkait dengan energi surya saat ini Pemerintah sedang menyelesaikan Rancangan Peraturan Presiden tentang harga energi terbarukan. Meskipun hal ini tidak terkait langsung dengan PLTS Atap tetapi secara keseluruhan akan mendorong PLTS Atap ini lebih tinggi lagi implementasinya.
Harris menuturkan Rancangan Perpres tersebut telah selesai pembahasan harmonisasi dan dimungkinkan segera disampaikan surat ke Presiden untuk penetapannya. “Perpres ini nantinya akan mengakomodir upaya kita untuk memanfaatkan PLTS yang dilengkapi dengan baterai untuk menggantikan PLTD yang saat ini jumlahnya masih ribuan unit beroperasi di indonesia, dan itu sudah dikomitmenkan secara bersama bahwa kita akan menggantinya dengan energi terbarukan,” pungkasnya.
Oleh karenanya Ia berharap PT PLN (Persero) dapat mengakomodir dan memberikan kemudahan fasilitasi pengajuan pelanggan PLTS Atap dari pelaku perusahaan swasta untuk mendorong pemanfaatan sistem PLTS Atap sektor industri. “Saya berharap nanti PLN juga bisa mendukung secara penuh tren ini untuk bisa mengakomodir dan memberikan kemudahan fasilitasi ketika ada pengajuan dari pelanggan khususnya sektor industri, lebih khusus lagi dengan masalah meteran nya. Semoga teman-teman dari PLN nanti bisa menyiapkan dengan baik meteran ekspor impor nya sehingga implementasi dari PLTS rooftop ini jadi lebih mudah,” tukas Harris.
Untuk diketahui, terkait dengan energi surya saat ini Pemerintah sedang menyelesaikan Rancangan Peraturan Presiden tentang harga energi terbarukan. Meskipun hal ini tidak terkait langsung dengan PLTS Atap tetapi secara keseluruhan akan mendorong PLTS Atap ini lebih tinggi lagi implementasinya.
Harris menuturkan Rancangan Perpres tersebut telah selesai pembahasan harmonisasi dan dimungkinkan segera disampaikan surat ke Presiden untuk penetapannya. “Perpres ini nantinya akan mengakomodir upaya kita untuk memanfaatkan PLTS yang dilengkapi dengan baterai untuk menggantikan PLTD yang saat ini jumlahnya masih ribuan unit beroperasi di indonesia, dan itu sudah dikomitmenkan secara bersama bahwa kita akan menggantinya dengan energi terbarukan,” pungkasnya.
(alf)
Lihat Juga :