Komisaris-Direksi BUMN Diisi Relawan atau Pendukung, Ekonom: Harus 100% Profesional
Selasa, 10 November 2020 - 12:49 WIB
"Jadi posisi komisaris dan direksi diisi orang yang tidak profesional di bidangnya, sehingga berdampak pada kinerja BUMN tersebut," terangnya.
(Baca Juga: Erick Teken Aturan Baru: Komisaris dan Dewan Pengawas BUMN Boleh Rangkap Jabatan )
Sambung Bhima menambahkan, kondisi BUMN Indonesia masih sangat jauh dari segi profesionalitas. Sebab, sistem politik di Indonesia masih berupa take and give dalam pemberian jabatan.
"Saya berharap Pak Presiden Jokowi bisa menempatkan kepentingan politik jangka pendek dan jangka panjang dalam memberikan suatu posisi jabatan," tandasnya.
(Baca Juga: Erick Teken Aturan Baru: Komisaris dan Dewan Pengawas BUMN Boleh Rangkap Jabatan )
Sambung Bhima menambahkan, kondisi BUMN Indonesia masih sangat jauh dari segi profesionalitas. Sebab, sistem politik di Indonesia masih berupa take and give dalam pemberian jabatan.
"Saya berharap Pak Presiden Jokowi bisa menempatkan kepentingan politik jangka pendek dan jangka panjang dalam memberikan suatu posisi jabatan," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :