Literasi Keuangan Digital RI Kalah dari Negara Tetangga, Jokowi: Kita Punya PR Besar
Rabu, 11 November 2020 - 15:24 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyayangkan, tingkat literasi keuangan digital nasional masih rendah yakni baru mencapai 35,5%. Bahkan tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Foto/Dok
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyayangkan, tingkat literasi keuangan digital nasional masih rendah yakni baru mencapai 35,5%. Bahkan tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, sehingga masih punya pekerjaan rumah (PR) besar yang harus dibenahi.
Pada tahun 2019, kata Jokowi, Indeks Inklusi Keuangan Indonesia berada pada angka 76% atau lebih rendah dibandingkan beberapa negara lain di ASEAN seperti Singapura yang mencapai 98%, Malaysia 85% serta, Thailand 82%. “Masih banyak masyarakat yang menggunakan layanan keuangan informal dan hanya 31,26% masyarakat yang pernah menggunakan layanan digital,” kata Jokowi saat membuka Indonesia Fintech Summit 2020, Rabu (11/11/2020).
(Baca Juga: Indonesia Fintech Summit 2020, Menko Airlangga: Bisa Pulihkan Ekonomi Nasional )
Lantaran itu Ia meminta agar para inovator financial technology (fintech) tidak hanya bertindak sebagai penyalur pinjaman dan pembayaran daring saja, tetapi juga sebagai penggerak utama literasi keuangan digital bagi masyarakat. Lebih lanjut, Jokowi juga ingin fintech menjalankan fungsi sebagai pendamping perencana keuangan, dan memperluas akses UMKM dalam pemasaran E-commerce.
Pada tahun 2019, kata Jokowi, Indeks Inklusi Keuangan Indonesia berada pada angka 76% atau lebih rendah dibandingkan beberapa negara lain di ASEAN seperti Singapura yang mencapai 98%, Malaysia 85% serta, Thailand 82%. “Masih banyak masyarakat yang menggunakan layanan keuangan informal dan hanya 31,26% masyarakat yang pernah menggunakan layanan digital,” kata Jokowi saat membuka Indonesia Fintech Summit 2020, Rabu (11/11/2020).
(Baca Juga: Indonesia Fintech Summit 2020, Menko Airlangga: Bisa Pulihkan Ekonomi Nasional )
Lantaran itu Ia meminta agar para inovator financial technology (fintech) tidak hanya bertindak sebagai penyalur pinjaman dan pembayaran daring saja, tetapi juga sebagai penggerak utama literasi keuangan digital bagi masyarakat. Lebih lanjut, Jokowi juga ingin fintech menjalankan fungsi sebagai pendamping perencana keuangan, dan memperluas akses UMKM dalam pemasaran E-commerce.
Lihat Juga :