Perdagangan Bebas ASEAN Plus Disepakati, Apindo: Peluang Dongkrak Ekspor!
Senin, 16 November 2020 - 12:17 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) yang sekaligus menjadi blok perdagangan bebas terbesar di dunia menyisakan sejumlah kekhawatiran. Adapun salah satu kekhawatiran terkait hal tersebut adalah banjirnya barang impor dari negara anggota ke Indonesia.
Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Benny Soetrisno mengatakan, untuk mengantisipasi hal tersebut perlu ditegaskan untuk mengikuti aturan dari World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia. Menurutnya, semua yang ikut menandatangani RCEP pasti merupakan anggota WTO dan dalam WTO diatur cara-cara berdagang dengan baik dan ada beberapa regulasi jika terjadi gangguan di pasar atau di negerinya bisa melakukan langkah-langkah yang diperbolehkan oleh WTO. Selain itu, kesepakatan RCEP ini juga bisa mendorong untuk peningkatan ekspor Indonesia.
"(RCEP) justru jadi kesempatan untuk Indonesia melakukan ekspor setinggi tingginya, kita harus tau betul apa yang kita punyai dari 11.000 lebih HS Number itu yang bisa comvid dengan negara yang lain," ujar Benny dalam acara Market Review IDX Channel, Senin (16/11/2020).
Baca Juga: Perdagangan Bebas ASEAN Plus Disepakati, Apindo: Persaingan Makin Sengit!
Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Benny Soetrisno mengatakan, untuk mengantisipasi hal tersebut perlu ditegaskan untuk mengikuti aturan dari World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia. Menurutnya, semua yang ikut menandatangani RCEP pasti merupakan anggota WTO dan dalam WTO diatur cara-cara berdagang dengan baik dan ada beberapa regulasi jika terjadi gangguan di pasar atau di negerinya bisa melakukan langkah-langkah yang diperbolehkan oleh WTO. Selain itu, kesepakatan RCEP ini juga bisa mendorong untuk peningkatan ekspor Indonesia.
"(RCEP) justru jadi kesempatan untuk Indonesia melakukan ekspor setinggi tingginya, kita harus tau betul apa yang kita punyai dari 11.000 lebih HS Number itu yang bisa comvid dengan negara yang lain," ujar Benny dalam acara Market Review IDX Channel, Senin (16/11/2020).
Baca Juga: Perdagangan Bebas ASEAN Plus Disepakati, Apindo: Persaingan Makin Sengit!
Lihat Juga :