Bahlil Sebut Proyek Investasi Mangkrak Rp708 Triliun Sudah Rampung 67%
Senin, 16 November 2020 - 13:37 WIB
"Berkat terealisasinya investasi mangkrak tersebut, membuat porsi investasi asing atau foreign direct investment (FDI) di Indonesia masih cukup besar, walaupun mengalami penurunan imbas pandemi Covid-19," tuturnya.
Kendati demikian, Bahlil mengatakan bahwa ada satu hal menarik. Menurut data survei dari berbagai lembaga bank dunia mengatakan bahwa hampir semua negara mengalami penurunan FDI di kisaran 30% hingga 40%. "Namun di Indonesia itu turunnya tidak lebih dari 10%," tambahnya.
(Baca juga: Indonesia Paling Optimis Hadapi Pandemi di Asia Tenggara )
Lebih lanjut Bahlil mengungkapkan, ada tiga persoalan utama penyebab investasi mangkrak di Indonesia, Pertama adalah persoalan ego sektoral antar kementerian, diikuti oleh alasan kedua, yaitu aturan tumpang tindih antara kabupaten/kota/provinsi dan pusat.
"Yang ketiga adalah ada persoalan-persoalan tanah yang harus saya jujur mengatakan dalam bahasa saya itu adalah adanya pemain-pemain yang dapat dirasakan tapi tidak bisa dipegang. Nah ini lah kira-kira persoalan ini," tukas Bahlil.
Kendati demikian, Bahlil mengatakan bahwa ada satu hal menarik. Menurut data survei dari berbagai lembaga bank dunia mengatakan bahwa hampir semua negara mengalami penurunan FDI di kisaran 30% hingga 40%. "Namun di Indonesia itu turunnya tidak lebih dari 10%," tambahnya.
(Baca juga: Indonesia Paling Optimis Hadapi Pandemi di Asia Tenggara )
Lebih lanjut Bahlil mengungkapkan, ada tiga persoalan utama penyebab investasi mangkrak di Indonesia, Pertama adalah persoalan ego sektoral antar kementerian, diikuti oleh alasan kedua, yaitu aturan tumpang tindih antara kabupaten/kota/provinsi dan pusat.
"Yang ketiga adalah ada persoalan-persoalan tanah yang harus saya jujur mengatakan dalam bahasa saya itu adalah adanya pemain-pemain yang dapat dirasakan tapi tidak bisa dipegang. Nah ini lah kira-kira persoalan ini," tukas Bahlil.
(ind)
Lihat Juga :