Ma'ruf Amin Wanti-wanti Jangan Sampai RI Alami Krisis Ganda

Kamis, 19 November 2020 - 10:26 WIB
Beranjak dari pemikiran tersebut, pemerintah menegaskan sekaligus berupaya keras untuk mencegah krisis di sektor riil. Sehingga krisis di sektor rill ini tidak menjalar ke sektor keuangan. “Pada awal masa pandemi Covid-19, dengan cepat pemerintah melakukan refocusing dan realokasi APBN Tahun Anggaran 2020,” ucapnya.

Wapres memaparkan, berbagai stimulus diberikan oleh pemerintah dalam upaya menggairahkan kembali sektor rill. Misalnya, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp695,2 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

(baca juga: Duh. Realisasi Anggaran PEN Baru 55,5% )

Adapun rinciannya adalah untuk penanganan kesehatan Rp97,26 triliun, untuk perlindungan sosial Rp234,33 triliun, untuk dukungan UMKM Rp114,81 triliun, untuk dukungan korporasi Rp62,22 triliun, untuk insentif usaha termasuk pengurangan pajak Rp120,6 triliun, dan untuk dukungan kepada pemerintah daerah dan sektoral dialokasikan Rp65,97 triliun.

“Dari jumlah tersebut, lebih dari Rpl411 triliun atau lebih dari 60 persen dialokasikan untuk menjaga tingkat kesejahteraan rumah tangga, Usaha Mikro dan Kecil (UMK), dan korporasi. Selain itu juga diberikan berbagai insentif lainnya termasuk keringanan pajak yang jumlahnya lebih dari Rp120 tiliun,” jelasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!