Guru Honorer Gagal Test PPPK, Kiai Ma'ruf: Tenang, Masih Bisa Jadi PNS
Senin, 23 November 2020 - 17:56 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin. FOTO/ANTARA/Nova Wahyudi
JAKARTA - Pemerintah akan membuka pendaftaran Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk tenaga pengajar pada tahun depan. Adapun kebutuhan guru di Indonesia mencapai 1 juta orang. Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan seleksi PPPK terbuka untuk seluruh tenaga pengajar, termasuk guru honorer yang pada saat ini berstatus Tenaga Honorer Kategori Dua (K2) dan para lulusan Pendidikan Profesi Guru yang pada saat ini belum mengajar. Nantinya, tenaga pengajar akan diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian sampai tiga kali.
"Setiap pendaftar diberikan kesempatan mengikuti ujian sampai tiga kali. Jika peserta ujian gagal pada kesempatan pertama, maka peserta dapat mengikuti ujian hingga dua kali lagi," ujarnya dalam acara Pengumuman Seleksi Guru Honorer menjadi PPPK melalui virtual, Senin (23/11/2020).
Baca Juga: Siap-Siap Para Guru Honorer, Seleksi PPPK Guru Segera Dibuka
Menurut Ma'ruf, bagi pemerintah daerah yang memiliki anggaran terbatas tidak perlu khawatir. Karena semua biaya ujian seleksi ini ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. "Dengan demikian, diharapkan para peserta di daerah tidak akan terhambat untuk mengikuti ujian seandainya Pemerintah Daerah memiliki keterbatasan anggaran," ucapnya.
"Setiap pendaftar diberikan kesempatan mengikuti ujian sampai tiga kali. Jika peserta ujian gagal pada kesempatan pertama, maka peserta dapat mengikuti ujian hingga dua kali lagi," ujarnya dalam acara Pengumuman Seleksi Guru Honorer menjadi PPPK melalui virtual, Senin (23/11/2020).
Baca Juga: Siap-Siap Para Guru Honorer, Seleksi PPPK Guru Segera Dibuka
Menurut Ma'ruf, bagi pemerintah daerah yang memiliki anggaran terbatas tidak perlu khawatir. Karena semua biaya ujian seleksi ini ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. "Dengan demikian, diharapkan para peserta di daerah tidak akan terhambat untuk mengikuti ujian seandainya Pemerintah Daerah memiliki keterbatasan anggaran," ucapnya.
Lihat Juga :