Siapa Bilang Daya Beli Merosot? Rumah Rp30 Miliar Ludes Terjual

Selasa, 24 November 2020 - 19:15 WIB
Di kawasan yang diberi nama Lyndon itu, hunian didesain dengan nuansa modern tropis di lahan seluas 10 hektare. Memiliki dua gerbang masuk yang dekat dengan danau Country Club. Penghuni dapat menikmati keindahan danau resor seluas 350 meter di kawasan ini. “Kami memang mengincar pasar high end untuk memenuhi kebutuhan hunian yang nyaman dengan lifestyle menawan di kawasan sekitar selatan Jakarta,” tambah CEO Residential National Sinar Mas Land Herry Hendarta. Tipe paling besar seharga Rp30 miliar tersebut menjadikan Lyndon sebagai kawasan hunian dengan harga paling mahal pada harga primer (perdana) dalam sejarah industri properti di Tanah Air.

(Baca Juga : Terobosan Jitu Bisnis Properti pada Masa Pandemi )

Pengamat properti yang juga CEO Property Excellence & Advisory, F. Rach Suherman menegaskan, properti segmen menengah atas hingga segmen premium memang tak terpengaruh terhadap pandemi Covid-19 yang sedang terjadi. “Jumlahnya (orang kaya) banyak, hanya saja selama ini mereka bingung hendak menghamburkan uangnya buat apa.Karena masih dalam situasi pandemi,”tegasnya.

(Baca Juga: Kiat Pengembang Bangkitkan Sektor Properti di Tengah Pandemi COVID-19 )

Menurut dia, orang-orang super kaya yang biasa dijuluki para Sultan itu, tak terpengaruh dengan kenaikan harga, pajak, suku bunga maupuna indikator ekonomi yang lain.“Yang memengaruhi mereka justru persoalan sosial, keamanan dan politik. Bahkan, terkadang mereka ingin membeli sesuatu tetapi barangnya tidak ada,”paparnya. Suherman meyakini, kondisi ekonomi nasional saat ini justru memunculkan orang-orang kaya baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!