Australia Siap Adukan China ke WTO Atas Tarif Jelai

Minggu, 29 November 2020 - 13:30 WIB
Industri itu sendiri terpecah mengenai apakah eskalasi konflik perdagangan adalah tindakan yang tepat. "Ada pendapat yang berbeda, jujur saja di sana," kata Birmingham.

Tetapi, kata dia, secara keseluruhan Australia mendukung sistem berbasis aturan untuk perdagangan internasional. "Dan jika Anda berpegang pada sistem berbasis aturan, Anda juga harus menggunakan sistem berbasis aturan itu, yang mencakup menyebutkan di mana menurut Anda aturan telah dilanggar dan memanggil wasit internasional untuk membantu menyelesaikan perselisihan itu," tandasnya.

Produsen anggur Australia manjadi salah satu industri yang terdampak sengketa perdagangan China-Australia. Produsen anggur Australia kini menghadapi tarif hingga 212% untuk produk mereka. Pemerintah China mengumumkan langkah-langkah tersebut akan berlaku mulai Sabtu (28/11), yang menjadi pukulan besar bagi industri senilai USD1,2 miliar per tahun tersebut.

China menuduh produsen Australia menjual anggur dengan harga di bawah biaya produksinya, merugikan pembuat anggur China. Meski penyelidikan terkait tuduhan itu belum akan selesai sampai tahun depan, Kementerian Perdagangan China telah mengumumkan bahwa mulai 28 November, importir anggur Australia dari China harus membayar "uang jaminan anti-dumping" sementara. Uang jaminan yang secara efektif berfungsi seperti tarif itu berkisar antara 107% hingga lebih dari 200%.

Saat ketegangan perdagangan dan politik makin membara, spekulasi tentang apa yang sebenarnya terjadi antara kedua negara dan apa yang selanjutnya dalam daftar sasaran sanksi China pun berputar liar.

Birmingham mengklarifikasi bahwa sementara keluhan dengan WTO tentang bea jelai dapat diharapkan segera, banding tingkat tinggi yang sama atas anggur tidak akan terjadi. Sebab, penyelidikan mengenai tuduhan dumping anggur masih dalam tahap awal. "Kami masih memiliki bagian dari proses China yang harus kami selesaikan sebelum kami mencapai titik sengketa WTO (tentang anggur)," kata Birmingham.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!