Bersaing dengan Malaysia, Posisi Ekonomi Syariah RI Cukup Strategis
Senin, 30 November 2020 - 14:14 WIB
"Dari sisi apapun, siapapun yang melakukan laporannya, global melihat Indonesia adalah sebuah negara dengan potensi yang sangat luar biasa karena tumbuh terus, malah dibeberapa tahun terakhir tumbuh signifikan, sementara negara lain itu sudah mulai mendekati titik jenuh untuk growth, ini yang harus kita pahami bahwa Indonesia adalah pasar 'seksi' sehingga global melihat Indonesia sangat perlu diperhitungkan," ujar Irwan dalam Webinar Syariah Series KAFEGAMA 2020, Senin (30/11/2020).
Baca Juga: Punya Potensi Besar, RI Optimistis Rajai Produk Halal Dunia
Irwan menambahkan, dalam dua periode berturut turut, jumlah transaksi investasi untuk industri halal dan ekonomi syariah baik dari sisi keuangan dan sektor lainnya menunjukkan adanya konsistensi dan data di atas menyebutkan bahwa Indonesia tumbuh karena terus konsisten menjaga pertumbuhan di saat negara lain mulai mendekati titik jenuh.
"Kenapa? karena kalau dilihat dari milestone, pasar modal syariah sebenarnya tidak terlalu terlambat kalau dari sisi pertama kali ada produk, kita tahun 1997 sudah punya produk syariah pertama. Indeks pertama syariah kita tahun 2000, Dow Jones Islamic Market tahun 1999, artinya starting point kita sama," ucapnya. "Cuma memang dari tahun 1997 sampai tahun 2010 kita relatif pertumbuhannya stuck dengan pasar modal syariah," sambungnya.
Baca Juga: Punya Potensi Besar, RI Optimistis Rajai Produk Halal Dunia
Irwan menambahkan, dalam dua periode berturut turut, jumlah transaksi investasi untuk industri halal dan ekonomi syariah baik dari sisi keuangan dan sektor lainnya menunjukkan adanya konsistensi dan data di atas menyebutkan bahwa Indonesia tumbuh karena terus konsisten menjaga pertumbuhan di saat negara lain mulai mendekati titik jenuh.
"Kenapa? karena kalau dilihat dari milestone, pasar modal syariah sebenarnya tidak terlalu terlambat kalau dari sisi pertama kali ada produk, kita tahun 1997 sudah punya produk syariah pertama. Indeks pertama syariah kita tahun 2000, Dow Jones Islamic Market tahun 1999, artinya starting point kita sama," ucapnya. "Cuma memang dari tahun 1997 sampai tahun 2010 kita relatif pertumbuhannya stuck dengan pasar modal syariah," sambungnya.
(nng)
Lihat Juga :