Kejar Target Bauran EBT 23% di 2025, RI Perlu Tambahan Pembangkit 15 GW

Senin, 30 November 2020 - 18:09 WIB
Berdasarkan Indonesia Clean Energy Outlook (ICEO) yang dikeluarkan IESR tahun lalu, kapasitas terpasang energi terbarukan hingga akhir tahun 2019 hanya mencapai sedikit di atas 10 GW dengan bauran energi terbarukan di pembangkitan listrik berkisar di angka 12,2%.

Rata-rata penambahan kapasitas energi terbarukan hanya 400 MW per tahun, hanya seperdelapan dari yang seharusnya dibangun untuk mencapai target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

(Baca juga: Pak Luhut! Ekspor Benih Lobster Sebaiknya Distop )

Investasi energi terbarukan mengalami stagnansi dan semua target energi terbarukan, baik dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) ataupun RUEN untuk tahun 2019, juga tidak tercapai.

"Kalau ingin mencapai status dekarbonisasi atau alignment dengan Paris Agreement yang sudah diratifikasi, maka sebenarnya pada 2050 kita perlu tingkatkan pembangunan energi terbarukan hingga mencapai 70%," paparnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!