Pikat Investor, Sri Mulyani Izinkan Kontraktor Migas Pilih Gross Split atau Cost Revocery
Rabu, 02 Desember 2020 - 13:03 WIB
Bagi Indonesia, situasi tersebut memang membutuhkan banyak perhatian dari sejumlah pihak yang terkait. Sri Mulyani mengutarakan, sektor migas telah berjuang cukup lama. Bahkan, selama menjabat sebagai Menteri Keuangan sekitar 10 tahun yang lalu, dia menyebut, pembahasan penurunan produksi migas pun sudah terjadi.
Dia menilai, ada beberapa hal yang perlu ditangani pemerintah agar dapat meningkatkan tingkat produksi atau lifting, baik di bidang minyak maupun gas. Salah satunya adalah rumusan kebijakan yang tepat terkait dengan dorongan untuk mengeksplorasi migas. Kebijakan baru dinilai perlu karena saat ini migas masih mengandalkan produksi lama. "Semuanya telah menurun karena usia alaminya, akan menjadi sesuatu yang tidak bisa kita gunakan sebagai pendekatan. Maka dari itu, kami perlu mempersiapkan strategi baru," ujarnya.
Untuk produksi yang sudah ada, pemerintah akan memastikan ada efisiensi, mengingat perubahan yang tidak tetap dari harga minyak dan gas. Namun di saat yang sama, dia juga ingin mendorong SKK Migas serta industri untuk terus melakukan eksplorasi.
Dia menilai, ada beberapa hal yang perlu ditangani pemerintah agar dapat meningkatkan tingkat produksi atau lifting, baik di bidang minyak maupun gas. Salah satunya adalah rumusan kebijakan yang tepat terkait dengan dorongan untuk mengeksplorasi migas. Kebijakan baru dinilai perlu karena saat ini migas masih mengandalkan produksi lama. "Semuanya telah menurun karena usia alaminya, akan menjadi sesuatu yang tidak bisa kita gunakan sebagai pendekatan. Maka dari itu, kami perlu mempersiapkan strategi baru," ujarnya.
Untuk produksi yang sudah ada, pemerintah akan memastikan ada efisiensi, mengingat perubahan yang tidak tetap dari harga minyak dan gas. Namun di saat yang sama, dia juga ingin mendorong SKK Migas serta industri untuk terus melakukan eksplorasi.
(nng)
Lihat Juga :