Berbisnis dengan Hati Ala Chairman Garudafood Sudhamek
Kamis, 03 Desember 2020 - 02:22 WIB
Mindfulness-Based Business: Berbisnis dengan Hati karya Sudhamek AWS hadir untuk menyampaikan gagasan mengenai pentingnya menjaga keseimbangan sisi spiritualitas dalam pengelolaan bisnis atau organisasi. Foto/Dok
JAKARTA - Penerbit Gramedia Pustaka Utama resmi meluncurkan buku Mindfulness-Based Business: Berbisnis dengan Hati karya Sudhamek AWS. Lewat bukunya, Sudhamek yang merupakan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) periode 2017–2022 serta Chairman PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. ini menyampaikan gagasan mengenai pentingnya menjaga keseimbangan sisi spiritualitas dalam pengelolaan bisnis atau organisasi .
(Baca Juga: Melalui Open Collaboration, Garudafood Tetap Berinovasi di Tengah Pandemi )
“Pada prinsipnya praktik bisnis maupun nonbisnis dengan berbasis kebersadaran agung (mindfulness) adalah bahwa berbisnis, atau berorganisasi, juga menjalankan suatu profesi, bukanlah semata-mata demi menggapai profit atau keuntungan pribadi sebanyak-banyaknya, tetapi lebih dari itu, yakni demi menumbuhkan benih-benih kebaikan bagi kepentingan bersama,” tutur Sudhamek pada Prolog buku Mindfulness-Based Business: Berbisnis dengan Hati melalui siaran pers, Rabu (2/12).
“Bahkan sejatinya bisnis pun berdimensi vertikal karena apa yang diupayakan, pada saatnya, akan dipertanggungjawabkan di hadapan Yang Mahakuasa. Itulah mengapa saya memberi imbuhan ‘agung’ dalam istilah mindfulness, karena ada dimensi kebersadaran transendental pada Sang Mahaagung,” tambahnya.
(Baca Juga: Melalui Open Collaboration, Garudafood Tetap Berinovasi di Tengah Pandemi )
“Pada prinsipnya praktik bisnis maupun nonbisnis dengan berbasis kebersadaran agung (mindfulness) adalah bahwa berbisnis, atau berorganisasi, juga menjalankan suatu profesi, bukanlah semata-mata demi menggapai profit atau keuntungan pribadi sebanyak-banyaknya, tetapi lebih dari itu, yakni demi menumbuhkan benih-benih kebaikan bagi kepentingan bersama,” tutur Sudhamek pada Prolog buku Mindfulness-Based Business: Berbisnis dengan Hati melalui siaran pers, Rabu (2/12).
“Bahkan sejatinya bisnis pun berdimensi vertikal karena apa yang diupayakan, pada saatnya, akan dipertanggungjawabkan di hadapan Yang Mahakuasa. Itulah mengapa saya memberi imbuhan ‘agung’ dalam istilah mindfulness, karena ada dimensi kebersadaran transendental pada Sang Mahaagung,” tambahnya.
Lihat Juga :