Adik Prabowo Minta Eks Menteri KP Buka Ekspor Benur untuk Banyak Perusahaan
Jum'at, 04 Desember 2020 - 20:05 WIB
Ilustrasi baby lobster. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri
JAKARTA - Adik Prabowo Subianto , Hashim Djojohadikusumo mengaku sudah meminta mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo untuk membuka ekspor benih lobster atau benur sebanyak-banyaknya. Bahkan, sampai 100 perusahaan tak masalah.
Hal ini dia sampaikan pada konferensi pers soal pencatutan dugaan namanya dalam kasus ekspor benih lobster. Menurut dia, hal itu dilakukan agar tak ada monopoli.
"Jadi biar tidak ada monopoli. Dan karena pak Prabowo juga tak mau monopoli, Partai Gerindra tak monopoli," ujar dia, Jumat (4/12/2020).
(Baca juga: Cegah Sengkarut Ekspor Benih Lobster, Pengusaha Minta KKP Tetapkan Harga )
Pihaknya juga memastikan perusahaan PT Bima Sakti Mutiara miliknya tidak ikut dalam salah satu eksportir benih lobster tersebut. Bahkan, Bima Sakti Mutiara hanya baru mendapatkan izin budidaya lobster saja, belum bisa mengekspor lobster.
"Pada bulan Mei kami ajukan izin budidaya lobster. Sebulan setelah itu baru dapat penetapan budidaya. Bukan ekspor tapi baru budidaya," ungkap dia.
Hal ini dia sampaikan pada konferensi pers soal pencatutan dugaan namanya dalam kasus ekspor benih lobster. Menurut dia, hal itu dilakukan agar tak ada monopoli.
"Jadi biar tidak ada monopoli. Dan karena pak Prabowo juga tak mau monopoli, Partai Gerindra tak monopoli," ujar dia, Jumat (4/12/2020).
(Baca juga: Cegah Sengkarut Ekspor Benih Lobster, Pengusaha Minta KKP Tetapkan Harga )
Pihaknya juga memastikan perusahaan PT Bima Sakti Mutiara miliknya tidak ikut dalam salah satu eksportir benih lobster tersebut. Bahkan, Bima Sakti Mutiara hanya baru mendapatkan izin budidaya lobster saja, belum bisa mengekspor lobster.
"Pada bulan Mei kami ajukan izin budidaya lobster. Sebulan setelah itu baru dapat penetapan budidaya. Bukan ekspor tapi baru budidaya," ungkap dia.
Lihat Juga :