Sri Mulyani Ingin Genjot Mesin Ekonomi Indonesia di RAPBN 2021
Selasa, 12 Mei 2020 - 16:24 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sedang membuat Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara tahun 2021. Dalam rancangan tersebut, Sri Mulyani menyusun asumsi makro tahun 2021, pertumbuhan ekonomi ditarget di 4,5%-5,5% dan nilai tukar rupiah dipatok Rp14.900 per USD.
Untuk suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) bertenor 10 tahun di 6,67%-9,56%. Harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price) sebesar USD40-50 per barel dan inflasi di kisaran 2,0%-4,0%.
"Kami fokus dalam pembangunan Indonesia agar bisa menghidupkan kembali mesin perekonomian," kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (12/5/2020).
Dia menerangkan penyebaran pandemi Covid-19 menyebabkan kepanikan cukup tinggi di sektor keuangan. Tingkat kecemasan tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan masa periode krisis keuangan yang pernah beberapa kali terjadi.
Untuk suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) bertenor 10 tahun di 6,67%-9,56%. Harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price) sebesar USD40-50 per barel dan inflasi di kisaran 2,0%-4,0%.
"Kami fokus dalam pembangunan Indonesia agar bisa menghidupkan kembali mesin perekonomian," kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (12/5/2020).
Dia menerangkan penyebaran pandemi Covid-19 menyebabkan kepanikan cukup tinggi di sektor keuangan. Tingkat kecemasan tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan masa periode krisis keuangan yang pernah beberapa kali terjadi.
Lihat Juga :