Sri Mulyani Ingin Genjot Mesin Ekonomi Indonesia di RAPBN 2021
Selasa, 12 Mei 2020 - 16:24 WIB
"Ada kepanikan di pasar keuangan, kepanikan mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, arus modal keluar dari negara berkembang sangat besar. Arus perpindahan dari Indoneesia ke luar kali ini lebih tinggi dari 2008 dan taper tantrum,” katanya.
Dia menambahkan para pemilik modal menarik modalnya dari negara berkembang termasuk Indonesia dan memidahkan ke aset safe haven seperti emas dan dolar Amerika Serikat.
"Dampak Covid sudah tampak pada pertumbuhan ekonomi global yang akan mengalami resesi," pungkasnya.
Dia menambahkan para pemilik modal menarik modalnya dari negara berkembang termasuk Indonesia dan memidahkan ke aset safe haven seperti emas dan dolar Amerika Serikat.
"Dampak Covid sudah tampak pada pertumbuhan ekonomi global yang akan mengalami resesi," pungkasnya.
(bon)
Lihat Juga :