Hashim Djojohadikusumo Sebut Susi Keliru, Abilindo: Larang Ekspor Benur Kebijakan Ngawur

Sabtu, 05 Desember 2020 - 22:30 WIB
Dia menilai, justru keterbukaan kran ekspor benur memberi dampak positif bagi masyarakat. Di mana, para nelayan mendapat kesempatan kerja dengan menangkap lobster.

Lebih lanjut Ia mencontohkan, pengentasan kemiskinan tersebut terjadi di Lombok Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB) karena berkah dari ekspor benih tersebut. "Niat jahat bisa hilang karena masyarakat sudah bisa mendapatkan penghasilan dari menangkap dan mengekspor benih lobster," ungkapnya.

(Baca Juga: Kasus Benih Lobster, Adik Prabowo Subianto: Kami Lama Berbisnis, Tak Pernah Main Curang )

Sebaliknya, bila aktivitas tataniaga itu dibatasi dan dilarang, maka berdampak pada praktik penyelundupan BBL secara masif. Karena itu, pemerintah harus mempermudah ekspor benih lobster demi pengentasan kemiskinan masyarakat, khususnya kelompok nelayan dan mengurangi praktik penyeludupan.

"Janganlah ekspor benih lobster itu di-cari2 alasannya oleh negara untuk dibebani dengan segala macam pungutan baik yang legal apalagi yang ilegal karena pasti ekspor ilegalnya otomatis akan meningkat," tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!