Berburu Vaksin, Sri Mulyani dan Terawan 'Lobi-lobi' Otoritas Jenewa

Selasa, 08 Desember 2020 - 15:49 WIB
Pemerintah juga tengah mempersiapkan ketersediaan alat diagnostic, therapeutic, dan vaksin untuk keperluan masyarakat. Di sisi ketersedian vaksin, pemerintah tengah menyiapkan kedatangan vaksin Sinovac 1,8 juta dosis pada akhir Desember 2020, 15 juta dosis vaksin berbentuk bahan baku.

Serta ketersedian 30 juta dosis bahan baku vaksin dalam bentuk curah yang ditargetkan tiba di Indonesia pada Januari 2021. Selain itu, diharapkan vaksin multilateral juga bisa masuk secara bertahap ke Indonesia pada 2021.

Sri Mulyani mencatat, total anggaran 2021 untuk pengadaan vaksin Covid-19 dan penanganan pandemi mencapai Rp60,5 triliun. Angka ini lebih besar dibandingkan dengan pencadangan anggaran vaksin pada 2020 yakni Rp35,1 triliun.

Adapun rinciannya anggaran pengadaan vaksin pada tahun depan diantaranya Rp18 triliun untuk antisipasi pengadaan vaksin Covid-19. Rp3,7 triliun antisipasi imunisasi atau program vaksinasinya.

(Baca juga: Fasilitas Fiskal Dukung Vaksinasi dan Penanganan Covid-19 )

Rp1,3 triliun untuk pembelian sarana-prasarana laboratorium Litbang dan polymerase chain reaction (PCR). Di mana, Kementerian Kesehatan akan melakukan pengadaan sebesar Rp1,2 triliun, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebesar Rp100 miliar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!