China Gebuk Lagi Anggur Australia dengan Tarif Tambahan

Kamis, 10 Desember 2020 - 18:20 WIB
Menteri Pertanian David Littleproud mengatakan kepada ABC pada Selasa malam bahwa ada "bukti kuat" bahwa tindakan Beijing tidak didasarkan pada masalah teknis.

"Pemerintah Australia tidak akan pernah mengkompromikan nilai dan prinsip kami atau kedaulatan kami," katanya. "Sangat penting bahwa China tidak hanya memberikan kenyamanan kepada Australia tetapi kepada semua mitra dagang mereka bahwa ini tidak terjadi."

Sejak Mei, perdagangan jelai, daging merah, anggur, lobster, batu bara, kapas, dan kayu Australia ke China telah terganggu secara signifikan, merugikan eksportir Australia hingga miliaran dolar.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!