China Gebuk Lagi Anggur Australia dengan Tarif Tambahan
Kamis, 10 Desember 2020 - 18:20 WIB
Di lain pihak, Pemerintah Australia dan industri anggur menyangkal perilaku anti persaingan apa pun seperti yang dituduhkan China. Menteri Perdagangan Simon Birmingham mengatakan tarif baru itu marjinal dibandingkan dengan tarif awal dan itu menunjukkan bahwa pengambilan keputusan oleh China tidak didasarkan dengan benar pada bukti.
"Buktinya sangat jelas dalam mendukung industri anggur Australia dan kami akan terus mempertahankan industri anggur dengan menggunakan proses domestik yang tersedia di China, dan pada akhirnya mempertimbangkan hak banding dari wasit independen melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)," kata Birmingham.
Dia menegaskan, pihaknya akan terus membela industri Australia. Saat tarif terbaru diumumkan, saham eksportir anggur utama Australia Treasury Wine Estates turun 1,5%.
Tuduhan dumping dan subsidi mengikuti tuduhan serupa terhadap industri jelai Australia, yang menyebabkan penerapan tarif yang melumpuhkan 80% awal tahun ini.
(Baca Juga: Diminta AS Ikuti Langkah Australia, Ini Respon China)
"Buktinya sangat jelas dalam mendukung industri anggur Australia dan kami akan terus mempertahankan industri anggur dengan menggunakan proses domestik yang tersedia di China, dan pada akhirnya mempertimbangkan hak banding dari wasit independen melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)," kata Birmingham.
Dia menegaskan, pihaknya akan terus membela industri Australia. Saat tarif terbaru diumumkan, saham eksportir anggur utama Australia Treasury Wine Estates turun 1,5%.
Tuduhan dumping dan subsidi mengikuti tuduhan serupa terhadap industri jelai Australia, yang menyebabkan penerapan tarif yang melumpuhkan 80% awal tahun ini.
(Baca Juga: Diminta AS Ikuti Langkah Australia, Ini Respon China)
Lihat Juga :