Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Bebani Kelas Menengah, Ekonom Sebut Dilematis

Rabu, 13 Mei 2020 - 14:35 WIB
Lebih lanjut Ia menerangkan, BPJS yang dinaikkan adalah kelas 1 dan 2 membuat pemerintah mengasumsikan kelompok menengah tidak mengalami penurunan daya beli. Padahal terang Piter, penurunan daya beli bakal terjadi juga pada kelombok bawah.

"Biasanya daya beli turun hanya kelompok bawah. Asumsi ini kurang tepat, Karena sebagian dari kelompok menengah juga terkena PHK atau tidak bisa buka usaha sehingga mengalami penurunan income," jelasnya.

Namun menurutnya jika kenaikan ini bisa menutup defisit BPJS Kesehatan bisa menjadi langkah tepat, tapi Ia meragukan hal itu. "Memang dilematis, tapi kalau menurut saya sekarang ini defisit BPJS Lebih baik ditutup tidak dengan menaikkan iuran. BPJS diminta melakukan efisiensi dan setelahnya seluruh defisit ditutup oleh APBN," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!