Transaksi Alipay, Apple Pay, dan Tencent di Indonesia Harus Transparan

Rabu, 16 Desember 2020 - 22:13 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) Muhammad Edhie Purnaman mengakui Indonesia saat ini membutuhkan sebuah lembaga keuangan sentral untuk memantau seluruh transaksi digital di Indonesia. Seluruh transaksi fintech sistem pembayaran, termasuk peer to peer lending harus dapat dipantau baik jumlah maupun nilainya.

"Seluruh transaksi fintech sistem pembayaran pemain besar seperti Alipay, Apple Pay, ataupun Tencent harus bisa transparan kita ketahui. Harus ada regulator di tengah-tengah, harus tahu nilai transaksi fintech dan peer to peer lending," ujar Edhie dalam webinar Membangun Ekosistem Keuangan Digital, Rabu (16/12/2020). (Baca juga:Tenang! Bandara Soetta Tersedia Test Antigen, Segini Biayanya )



Dia juga mengaku khawatir terhadap pelaku fintech asing yang tidak berada di Indonesia. Menurut dia seluruh perusahaan besar tersebut harus berada di Indonesia dan tidak bisa dengan sekedar bekerja sama dengan bank BUKU IV saja. Tujuannya adalah untuk mengawasi dan mendeteksi potential risk yang bisa muncul, sehingga bisa segera diatasi ketika terjadi masalah.

"Tidak cukup fintech sistem pembayaran asing sekedar melalui bank BUKU IV. Kita ingin pastikan tidak ada fraud ataupun pendanaan terorisme dari keuangan digital," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!