Lembaga Eijkman: Vaksin bisa dari Rusia, Cina, atau Amerika
Minggu, 27 Desember 2020 - 12:13 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Peluang Indonesia menggunakan vaksin Covid-19 dari negara lain dalam program vaksinasi nasional pada tahun 2021 mendatang terbuka lebar. Salah satunya penggunaan vaksin Sputnik V asal Rusia.
Kepala Lembaga Biologi dan Pendidikan Tinggi Eijkman Kementerian Riset dan Teknologi Amin Soebandrio mengatakan, bukan tidak mungkin vaksin Sputnik V bisa digunakan di Indonesia apabila memang berhasil mendapatkan izin dan memenuhi persyaratan. Seperti diketahui, Pemerintah Rusia sendiri menyebut telah mendaftarkan vaksin buatannya ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM). ( Baca juga:Rusia Akan Uji Coba Vaksin Kombinasi AstraZeneca-Sputnik V )
"Asal negara vaksin bukan isu. Vaksin yang digunakan di program vaksinasi bisa berasal dari Rusia, China, Inggris. Yang terpenting, vaksin tersebut memenuhi persyaratan yang dibutuhkan," kata Amin belum lama ini di Jakarta.
Amin menjelaskan, Pemerintah Indonesia juga bisa menjadikan faktor praktis sebagai bahan pertimbangan dalam pengadaan vaksin di program vaksinasi. Faktor praktis tersebut misalnya perangkat pendukung penyuntikan, cold chain, dan harga.
Kepala Lembaga Biologi dan Pendidikan Tinggi Eijkman Kementerian Riset dan Teknologi Amin Soebandrio mengatakan, bukan tidak mungkin vaksin Sputnik V bisa digunakan di Indonesia apabila memang berhasil mendapatkan izin dan memenuhi persyaratan. Seperti diketahui, Pemerintah Rusia sendiri menyebut telah mendaftarkan vaksin buatannya ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM). ( Baca juga:Rusia Akan Uji Coba Vaksin Kombinasi AstraZeneca-Sputnik V )
"Asal negara vaksin bukan isu. Vaksin yang digunakan di program vaksinasi bisa berasal dari Rusia, China, Inggris. Yang terpenting, vaksin tersebut memenuhi persyaratan yang dibutuhkan," kata Amin belum lama ini di Jakarta.
Amin menjelaskan, Pemerintah Indonesia juga bisa menjadikan faktor praktis sebagai bahan pertimbangan dalam pengadaan vaksin di program vaksinasi. Faktor praktis tersebut misalnya perangkat pendukung penyuntikan, cold chain, dan harga.
Lihat Juga :