Duh, Penyaluran Kredit pada November Tambah Nyungsep
Rabu, 30 Desember 2020 - 12:12 WIB
Lalu, KMK sektor industri pengolahan pada November mencapai negatif minus 0,4%. Penurunan tersebut terutama terjadi pada industri pupuk khususnya di Jawa Timur. Sementara KMK sektor PHR juga rumbuh negatif minus 4,9%. "KMK PHRI disumbang dari penurunan KMK subsektor penjualan mobil di DKI Jakarta serta Jawa Tengah," jelasnya.
(Baca Juga: Kabar Baik! Pelaku Bisnis Wisata Bakal Diberikan Kredit Murah)
Lalu sektor kredit investasi (KI) tumbuh melambat menjadi 0,2% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 1,4%. Perlambatan ini disumbang pada sektor pertenakan, pertanian, kehutanan dan perikanan serta sektor kontruksi. "Kredit investasi peternakan, pertanian, kehutanan dan perikanan serta sektor kontruksi turun 0,8% yang disalurkan oleh perkebunan sawit di Kalimantan Barat dan Riau," jelasnya.
Sementara itu kredit investasi sektor kontruksi tumbuh sebesar 19,1%. Khususnya pada subsektor bangunan jalan tol di Banten dan Riau. Sedangkan sektor kredit konsumsi tertekan menjadi -0,2%. "Ini disebabkan kredit bermotor dan multiguna," jelasnya.
(Baca Juga: Kabar Baik! Pelaku Bisnis Wisata Bakal Diberikan Kredit Murah)
Lalu sektor kredit investasi (KI) tumbuh melambat menjadi 0,2% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 1,4%. Perlambatan ini disumbang pada sektor pertenakan, pertanian, kehutanan dan perikanan serta sektor kontruksi. "Kredit investasi peternakan, pertanian, kehutanan dan perikanan serta sektor kontruksi turun 0,8% yang disalurkan oleh perkebunan sawit di Kalimantan Barat dan Riau," jelasnya.
Sementara itu kredit investasi sektor kontruksi tumbuh sebesar 19,1%. Khususnya pada subsektor bangunan jalan tol di Banten dan Riau. Sedangkan sektor kredit konsumsi tertekan menjadi -0,2%. "Ini disebabkan kredit bermotor dan multiguna," jelasnya.
(fai)
Lihat Juga :