Biaya Angkut Jadi Penyebab Kenaikan Harga Kedelai

Selasa, 05 Januari 2021 - 10:01 WIB
Untuk itu, lanjut dia, peluang ini tentunya dimanfaatkan Kementan untuk meningkatkan pasar kedelai lokal dan produksi kedelai dalam negeri.

“Kita melakukan MoU antara Gabungan Koperasi Produsen Tempe-Tahu Indonesia (Gakoptindo) dengan Gabungan Kelompok Tani dengan investor dengan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan untuk meningkatkan kemitraan produksi dan memaksimalkan pemasaran serta penyerapan kedelai lokal milik petani,” ungkap dia.

Untuk diketahui, tingginya impor kedelai bukan semata-mata karena faktor produksi. Namun demikian, hal tersebut terjadi karena disebabkan kondisi kedelai merupakan komoditas nonlartas yang bebas impor kapan saja dan berapa pun volumenya tanpa melalui rekomendasi Kementan. (Baca juga: Doa untuk Pengantin Baru Beserta Maknanya)

Terkait harga kedelai saat ini terjadi kenaikan yang cukup signifikan sekitar 35% merupakan dampak pandemi Covid-19, terutama produksi di negara-negara produsen seperti Amerika Serikat, Brasil, Argentina, Rusia, Ukraina, dan lainnya.

Harga kedelai impor yang selama ini digunakan oleh perajin tahu-tempe di negara asal sudah tinggi, sehingga berdampak kepada harga di Indonesia menjadi lebih tinggi lagi.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyebut pihaknya akan meningkatkan produksi kedelai lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap kedelai impor. Langkah itu dilakukan untuk mengatasi harga kedelai impor yang sering melonjak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!