Kasus Asabri Terjadi karena 'Lembeknya' Pengawasan Dewan Komisaris
Rabu, 06 Januari 2021 - 21:33 WIB
Dia menegaskan, bila fungsi pengawasan dewan komisaris BUMN diperkuat dan Kementerian BUMN memperketat kontrol terhadap kinerja dewan komisaris dan direksi perseroan, maka praktik kejahatan tersebut dapat dicegah. Langkah itu bisa dilakukan tanpa harus menunggu hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).
Tanri menilai, pada tataran aktualnya, pemerintah kerap menunggu hasil audit BPK. Justru yang terjadi adalah Kementerian BUMN tidak dapat mencegah terjadinya praktik korupsi sejak dini yang dilakukan di internal BUMN.
"Kita jangan menunggu BPK untuk mengaudit, itu kerugian sudah terjadi. Jadi ini harus dihadang oleh yang namanya dewan pengawas, yaitu anggota dewan komisaris khususnya," tegas dia. ( Baca juga:Jokowi: Mari Kurangi Mobilitas Mulai 11 Januari untuk Lindungi Tenaga Medis )
Karena itu, Menteri BUMN Erick Thohir perlu melaksanakan legacy yang bisa direalisasikan. Dia menyarankan hal itu bisa dimulai dari direksi dan komisaris untuk melaksanakan prinsip akal, responsibility, transparansi. Menurutnya kelima prinsip ini sudah sejalan dengan prinsip AKHLAK yang diterapkan Erick Thohir.
"Nah lalu apa yang perlu dilakukan agar pesan dan harapan dari Menteri BUMN terkait legacy bisa direalisasikan. Kalau boleh saya perlu menyarankan kita perlu memulai dari pimpinan BUMN sendiri, yaitu para direksi dan komisaris untuk melaksanakan prinsip akal, responsibility, transparansi," katanya.
Tanri menilai, pada tataran aktualnya, pemerintah kerap menunggu hasil audit BPK. Justru yang terjadi adalah Kementerian BUMN tidak dapat mencegah terjadinya praktik korupsi sejak dini yang dilakukan di internal BUMN.
"Kita jangan menunggu BPK untuk mengaudit, itu kerugian sudah terjadi. Jadi ini harus dihadang oleh yang namanya dewan pengawas, yaitu anggota dewan komisaris khususnya," tegas dia. ( Baca juga:Jokowi: Mari Kurangi Mobilitas Mulai 11 Januari untuk Lindungi Tenaga Medis )
Karena itu, Menteri BUMN Erick Thohir perlu melaksanakan legacy yang bisa direalisasikan. Dia menyarankan hal itu bisa dimulai dari direksi dan komisaris untuk melaksanakan prinsip akal, responsibility, transparansi. Menurutnya kelima prinsip ini sudah sejalan dengan prinsip AKHLAK yang diterapkan Erick Thohir.
"Nah lalu apa yang perlu dilakukan agar pesan dan harapan dari Menteri BUMN terkait legacy bisa direalisasikan. Kalau boleh saya perlu menyarankan kita perlu memulai dari pimpinan BUMN sendiri, yaitu para direksi dan komisaris untuk melaksanakan prinsip akal, responsibility, transparansi," katanya.
(uka)
Lihat Juga :