Siasat Luhut Pulihkan Pariwisata dengan Membangun Rasa Bangga
Kamis, 07 Januari 2021 - 19:59 WIB
“Perkiraan wisata domestik akan mengalami pemulihan 1-2 tahun lebih cepat dibandingkan wisata ke luar negeri. Wisata internasional akan pulih pada akhir 2022 atau awal 2023. Oleh karena itu, pembangunan pada 5 DPSP harus dipercepat sehingga ketika pariwisata kembali pulih, wisatawan sudah dapat menikmati destinasi yang berkualitas,” jelas dia.
Adanya pandemi Covid-19 juga telah menyebabkan pergeseran tren perjalanan wisata ke destinasi luar ruang dan aktivitas luar ruang dan aktivitas olahraga. Terkait hal ini, Menko Luhut menegaskan pentingnya perhatian pada sport tourism, produksi souvenir buatan dalam negeri, serta UMKM dengan kualitas yang bagus.
“Kampanye Bangga Berwisata di Indonesia ini agar disinergikan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia," bebernya.
Sementara itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menyepakati bahwa Gernas BBI dengan Bangga Berwisata di Indonesia dapat diselaraskan dalam satu narasi. Di mana penggunaan tagline #DiIndonesiaAja itu dapat menjadi salah satu trending atau top of mind yang dapat didorong ke depan.
"Konteks kondisi pariwisata wisata kita sekarang 70% turun yang sejalan dengan global. Kepercayaan untuk travel saat ini memang rendah. Oleh karena itu, kita melihat pandemi menciptakan tren baru. Pemulihan wisata harus berfokus pada wisatawan nusantara, karena kalau bukan kita, siapa, dan kapan lagi,” ungkap Menparekraf Sandiaga.
Adanya pandemi Covid-19 juga telah menyebabkan pergeseran tren perjalanan wisata ke destinasi luar ruang dan aktivitas luar ruang dan aktivitas olahraga. Terkait hal ini, Menko Luhut menegaskan pentingnya perhatian pada sport tourism, produksi souvenir buatan dalam negeri, serta UMKM dengan kualitas yang bagus.
“Kampanye Bangga Berwisata di Indonesia ini agar disinergikan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia," bebernya.
Sementara itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menyepakati bahwa Gernas BBI dengan Bangga Berwisata di Indonesia dapat diselaraskan dalam satu narasi. Di mana penggunaan tagline #DiIndonesiaAja itu dapat menjadi salah satu trending atau top of mind yang dapat didorong ke depan.
"Konteks kondisi pariwisata wisata kita sekarang 70% turun yang sejalan dengan global. Kepercayaan untuk travel saat ini memang rendah. Oleh karena itu, kita melihat pandemi menciptakan tren baru. Pemulihan wisata harus berfokus pada wisatawan nusantara, karena kalau bukan kita, siapa, dan kapan lagi,” ungkap Menparekraf Sandiaga.
Lihat Juga :