Ini Tantangan Industri Perbankan Tahun 2021
Kamis, 14 Januari 2021 - 12:12 WIB
Bahkan sebelum pandemi melanda, pemberi pinjaman sektor swasta di Asia telah memprediksi adanya rasio pembayaran utang yang akan lebih berat selama setengah dekade terakhir.
"Ahasil diperlukan stimulus kebijakan melalui suku bunga rendah, ketentuan likuiditas yang lebih fleksibel dan program dukungan pemerintah yang memungkinkan untuk menjaga agar risiko kredit tidak terlalu mengkhawatirkan," paparnya.
(Baca juga: Pertumbuhan Kredit Perbankan 2021 Diprediksi Masih Loyo )
Meskipun demikian, ada sejumlah titik terang yang memberikan harapan pemulihan ekonomi. Salah satunya adalah terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) membuka kemungkinan meredanya ketegangan dan perang dagang antara AS dengan China.
Hasil uji klinis beberapa vaksin untuk Covid-19 dengan tingkat efikasi di atas 90% juga memantik harapan bahwa pandemi akan berangsur-angsur berakhir.
"Ahasil diperlukan stimulus kebijakan melalui suku bunga rendah, ketentuan likuiditas yang lebih fleksibel dan program dukungan pemerintah yang memungkinkan untuk menjaga agar risiko kredit tidak terlalu mengkhawatirkan," paparnya.
(Baca juga: Pertumbuhan Kredit Perbankan 2021 Diprediksi Masih Loyo )
Meskipun demikian, ada sejumlah titik terang yang memberikan harapan pemulihan ekonomi. Salah satunya adalah terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) membuka kemungkinan meredanya ketegangan dan perang dagang antara AS dengan China.
Hasil uji klinis beberapa vaksin untuk Covid-19 dengan tingkat efikasi di atas 90% juga memantik harapan bahwa pandemi akan berangsur-angsur berakhir.
(ind)
Lihat Juga :